Teruntukmu, M A S A L A L U
terimakasih
kau mengenalkanku pada perjumpaan
kau mengenalkanku pada rasa penasaran
kau mengenalkaku akan cinta
kau mengenalkanku pada kasih sayang
kau mengenalkanku pada kesetiaan
kau mengenalkanku pada jatuh cinta yang berulang-ulang
pada orang yang sama,
iyaa, dia
dia yang mengenalkanku pada penghianatan
dia yang mengenalkanku pada kejujuran
dia yang mengenalkanku pada kebohongan
dan dia pula yang mengenalkanku pada lara hati
iyaaa..
dia memaksaku untuk menghianati hatiku sendiri,
dia memaksaku untuk tidak jujur pada hatiku sendiri,
dia memaksaku untuk membohongi perasaanku sendiri
dia memaksaku untuk berkata bahwa aku baik-baik saja , tanpa lara
meski sebenarnya aku jatuh,
tanpa ada satupun jabat erat yang menguatkan
meski tak ada satupun jemari yang rela mengusap air mata
meski tak ada mata yang menyakinkaku bahwa hidup akan baik-baik saja
aku sadar,
tak cukup kuat untukku menutupi semua kesakitan
yang dulu pernah kau tinggalkan
hey, M A S A L A L U
liat, T A T A P
aku tak lagi terjebak dengan pesakitan
aku tak lagi lemah kau tinggalkan
aku tak lagi rapuh kau jatuhkan
aku tak lagi menangis
aku tak lagi bersedih
senyumku merekah
kau berhasil tergantikan
aku siap berdamai kembali denganmu
Yogyakarta, 17 Maret 2015
09:32
EmoticonEmoticon