Mentari pagi kembali memancarkan sinarnya
menerobos setiap celah dedauan yang rimbun
bersembunyi seolah-olah ia malu untuk menampakkan diri
kilau sinarmu semakin terang
kau tersenyum,
ketika melihatku merasakan hangatmu yang menusuk kalbu
kau semakin terang sangat terang
kau tersipu
ketika aku tenggelam bersamamu
kau mengantarkaku kepada hari,
dimana aku memulai semua keistimewaan hidup
dimana aku memulai lika-liku kehidupan yang mengasyikan
kau selalu menemaniku,
meski terkadang kau harus menghilang terkalahkan oleh hujan
namun kau selalu berusaha menghapus awan kelam yanng menghalang
hingga di ambang batas cakrawala
kau tertawa,lalu
mengajakku ke persinggahan malammu
kau lukiskan cerita untuk hariku yang I S T I M E W A
Yogyakarta, 17 Maret 2015
09:02
EmoticonEmoticon