Berawal dari mulut yang tak pernah (saling) mengucap
Berawal dari mata yang tak pernah (saling) menatap
Berawal dari hati yang tak pernah (saling) merasa
sebelumnya memang tidak pernah (saling)
dulu bisu.. pilu ..
tak sedikitpun aku tahu
hingga pada akhirnya mata kita saling beradu pandang
kemudian hati yang terdesakkan oleh fikiranku untuk terus menerus mengatakan
rasaku .. rasaku ..
kita berdua sama-sama merasakan setiap aliran denyut nadi diujung jemari
ketika kau perlahan menggenggam tangan ini
kehangatan perlahan mengalir dalam benakku
mengalihkan dinginnya kabut hitam yang perlahan menerpa
dan (lagi)
kita duduk berdua, terdiam di atas bukit
menunggu jingga-Nya tiba
perlahan bercumbu dengan pekatnya secangkir kopi
dan (lagi)
mentari tersenyum,
menyaksikanku, menyaksikanmu .. menyaksikan kita berdua
duduk terpaku menikmati ketulusan rasa
bertatap tanpa kata
dan kau,
berhasil memenangkan hatiku
aku menyayangimu
kau menyayangku
tak perlu banyak kosa kata tersusun indah,
yang pasti aku mengerti dan merasakan
begitupun kamu
Karena aku menyayangimu tanpa karena :)))
Yk, 16 Maret 2015
12:51
EmoticonEmoticon