Pendakian Gunung Merbabu, November 2013

Pertemuan mengawali perkenalan ku bersama 2 orang unik selama memasuki di salah satu unit kegiatan mahasiswa kampus. Ya, aku dipertemukan dengan hanok dan tiga di salah satu organisasi teater. Entah kenapa dari dulu dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama aslinya. Dia selalu saja minta dipanggil dengan sebutan hanok. Mulai dari kenalan hingga akhirnya kami berproses bersama. Mengurus sebuah pementasan, mengikuti serangkaian kegiatan yang ada disana. Hingga suatu hari, bersamaan dengan kegiatan pendidikan dasar untuk anggota baru. Namun ternyata dia naik gunung. Aku sempat heran dan berfikir

'Ngapain coba naik gunung ? kayak ga ada kerjaan lain aja' pikirku'

hingga tiba suatu hari, ketika hanok dan sintut tengah membicarakn pendakiannya menuju gunung merbabu.

Masih terheran-heran, aku pun langsung nimbrung pembahasan mereka berdua.
'Apa sih asiknya naik gunung'
'nggak caek apa bawa barang segitu banyak, apalagi sambil menaiki gunung yang menanjak aduhai itu'

Banyak sekali cerita yang ia bagikan seusai dia mendaki gunung dengan kawan-kawannya. akhirnya tanggal 09 November 2013, akhirnya hanok memutuskan untuk mengajakku mendaki gunung untuk pertama kalinya.

Gunung merbabu !!!!

Hati senang bukan main,aku langsung mempersiapkan semua barang-barang yang harus aku bawa. Unutk pertama kalinya aku masih bingung, apa saja yang harus aku bawa ke gunung. Akhirnya aku tanyakan ke hanok melalui pesan bbm

“nok, apa saja yang musti aku bawa?”
“jaket yang tebal, kaos tangan,kaos kaki dan beberapa makanan aja” balas hanok melalui pesan bbm
“aku bawa itu aja kah?” aku kaget. Kenapa Cuma itu saja yang harus aku bawa. 
“iya.. yang lainnya aku sudah siapkan” balas lagi hanok menyakinkan
“ oh.. okee deh”

Aku langsung memasukkan barang-barang bawaanku mulai dari selimut, jaket” tebal, kaos kaki+tangan, dan beberapa cemilan yang sudah ada.Saat itu pengetahuanku mengenai peralatan gunung memang sangat minim. Aku hanya membawa apa yang hanok sarankan untuk ku bawa.

Yeahhhh.. ready to go !!!!

Pagi sudah datang, dan hari ini juga aku mulai perjalanan ke merbabu. Dan ternyata ada satu kawan lagi yang ikut ke merbabu.Hahahha.. dia adalah sintut. Kawanku yang satu ini gokil dan  hobby banget kentut hehehhe..
Okedeh, pensonil pendakian hari 3 orang. kami mulai perjanan sore hari, karena pagi aku harus kuliah. Jam 15.00 kami mulai perjalanan ke basecamp wekas. Aku sudah enggak sabar, pengen segera sampai di basecamp pendakian merbabu. Jalan yang terus menerus menanjak menjadi teman setia kami sore itu, hingga pada tanjakan sebelum basecamp harus dihadapkan dengan motor yang terbakar karena tidak kuat menaiki tanjakan yang aduhai, apalagi motor yang dikendarai matic jadi agak repot deh. Kami bertiga memutuskan untuk berhenti dirumah salah satu warga yang kebetulan disana juga terdapat banyak pendaki yang baru saja beristirahat. Namun tempat ini bukanlah basecamp.Aku dan sintuk asik menikmati cemilan, sembari menunggu mesin motor sedikit mendingin. Lain dengan hanok, dia asyik mengobrol dengan seorang ibu yang merupakan warga setempat, pemilik rumah yang kami singgahi.

Kami melanjutkan perjalanan, 15 menit kemudian sampailah kami di basecamp wekas. Banyak pendaki yang lalu lalang, ada baru turun dan beristirahat disana. Ada yang sudah mau berangkat mendaki, ada juga persiapan pulang. Melihat mereka dengan atribut yang keren, carrier 60 liter, sepatu trackking yang memadai, jacket tebal dengan merk-merk terkenal.

'Harus gitu yaaa atributnya?' 

gumamku dalam hati, lalu aku melihat ke diriku. Sepatu cat, jaket tipis, dengan ransel kecil. Ternyata jauh beda yaa, karena memang aku masih begitu awam dengan urusan gunung. Saat itu juga aku belum mengerti sama sekali dengan nama-nama alat outdoor, apa itu sleeping bag, matras, headlamp, bahkan carrier pun aku masih asing dengan kata-kata itu. Ah.. sudahlah..

Seusai hanok dan sintut memarkirkan motor, kami bertiga langsung masuk ke dalam basecamp, didalam ternyata masih banyak pendaki. Baru masuk basecampu, kami disambut dengan mati lampu. Lapar, ngantuk dan pinggangpun encok  setelah 4 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari jogja. Sesampainya dibasecamp kami langsung memsan makanan, kebetlan disana menyediakan makanan dan minuman buat para pendaki yang singgah disana. Namun apalah daya, tiba-tiba kami dikejutkan (lebay haha ) dengan celetukkan bapak yang punya tempat singgah,

"Kalau mau makan, kebetulan lauknya habis mba. Tapi kalai mau nasinya saja, masih ada" ucap bapak

Yaa apa boleh buat daripada kelaparan (sebenarnya logistik ada, namun sudah diperhitungkan untuk bekal selama perjalanan). Alhamdulillah nasiputih, pilus dan teh hangat menjadi pengganjal perut kami malam itu.
Malam itu juga kami tidak langsung naik, kami beristirahat sejenak setelah perjalanan jauh, menikmati satu gelas teh hangat dengan pemandangan para pendaki yang berlalu lalang.  Aku semakin tidak sabar. Semangat ini semakin menggebu-gebu.
Hanok masih asik dengan rokok yang digenggamnya, lantas bang sintut masih sibuk menikmati nasi pilus.
Sintut asik menikmati nasi pilus di Basecamp Wekas
Malam sudah menunjukkan pukul 20.00, kami segera menata kembali semua barang bawaan yang akan kami bawa dalam perjalanan mendaki ke merbabu. Setelah semua clear, kami bertiga berkumpul di depan basecamp wekas.

Malam itu menjadi awal perjalananku. Hanok memimpin doa sebelum melakukan pendakian.
Seusai kami berdoa, kami langsung berangkat.Malam itu juga kami bertiga menelusuri hutan yang gelap dan rimbun.. hanya bertemankan 2 cahaya yang terpancar dari headlamp yang kami kenakan. Semilir angin mulai terasa.. suara pohon cemara yang terdengar begitu menyeramkan. Benar-benar asing, untuk pertama kalinya menyusuri hutan belantara. Jauh dari kenyamanan, jauh dari hiruk pikuknya kota. Entah kenapa, seketika ketenangan menghampiri seisi fikiran, dingin malam mulai berkenalan dengan tubuh yang hampir setiap hari terlalu asik dengan panasnya suasana kota.

Perjalan perdanaku ini, aku sedikit merasa takut karena belum pernah melakukan pendakian sebelumnya. Tapi aku terus menyakinkan dan memberanikan diri untuk terus melangkahkan kaki kedepan. Aku berjalan didepan dengan hanok, sedangkan sintut asik dengan handycamp yang dia bawa. Dia sengaja merekam semua perjalanan kami bertiga. Belum sampai di post 1, kami berhenti sejenak. Perjalanan yang panjang kami lalui dari pos 1 dengan lika-liku gelapnya malam. Oh iya, selama perjalanan kami menjumpai sebuah kuburan yang berada di dalam gubug kecl. Awalnya aku kira gazebo untuk berteduh, eh ternyata eh ternyata sebuah kuburan. Disitulah ketakutan ku mulai muncul (soalnya memang akunya penakut, kadang ke dapur aja minta dianterin halah haha). Di perjalanan pertamaku di dunia outdoor memang menjadi tantangan besar. Aku harus memaksa diriku untuk mendobrak dindng ketakutan yang ada didalam diri. berjalan lebih jauh di dalam hutan bukanlah hal yang biasa kau lakukan. AKu dipaksa untuk berfikir lebih dalam lagi. Berdoa lebih banyak lagi  dan tubuh ini haru berkerja lebih banyak lagi.Sintut asik dengan video-video gokil bareng trio gembel. Aku mengambil beberapa buah permen yang sengaja kami bawa, ya lumayanlah buat nggerakin lidah selama perjalanan. Ada saja kekonyolan serta canda tawa menghiasai malam itu. Selah semua menghipnotisku hingga aku lupa akan ketakukanku sendiri. 


Lagu Katty Perry "ROAR" pemecah rekor  dan memorable banget yang menemani perjalanan kami.Kami melanjutkan perjalanan, malam semakin pekat. Semilir angin kian menghantamku keras, tapi kami tidak memperdulikan. Kami masih terus berjalan, menikmati lika-liku jalur pendakian. Bebanku memang tidak seberat hanok dan sintut. Mereka membawa carrier sekitar 60 liter di pundaknya. Sedangkan aku hanya membawa ransel kecil berisi selimut. Tapi langkah kami bersamaan, mereka berdua seolah tidak merasa keberatan dengan carriernya.
Nafas semakin terengah-engah, sampai akhirnya lapar menghampiri perutku. Kami bertiga kembali beristirahat, diambilnya satu bungkus kue berbalut coklat diatasnya. Kami bertiga menikmati kue itu sembari bercanda tawa, sintut seperti biasa masih sibuk mengabadikan moment-moment indah di perjalanan kami malam itu.

“hei, pelan-pelan makannya” tegur sintut saat melihatku asik makan roti
“oh.. iyaa bang.. hehhehe” jawabku masih menggigit kue

Canda tawa masih menyelimuti, kami bertiga menikmati kue sembari menceritakan kekonyolan kami selama perjalanan.Puas nyemil, kami melanjutkan lagi perjalan, malam itu kabut turun. Kami semakin mempercepat langkah karena kawatir akan turun hujan. Sekitar 100 meter kami jalan, tiba-tiba hujan dan kabut perlahan mengguyur kami bertiga. Aku langsung mengambil mantol plastik 3000-an yang sengaja aku bawa, begitu juga hanok dan sintut. Setelah semuanya terpakai, kami melanjutkan kembali perjalanan sembari mencari kayu untuk membuat api unggu.

Kayu sepanjang 2 meter berhasil kami dapatkan sepanjang perjalanan, dahan-dahan kering pun juga kami kumpulkan. Malam itu nyanyian malam begitu nyaring, gemericic air hujan mengantam pepohonan, suara mantol plastik seolah menjadi pelengkap nada syahdu hujan. Semkain dipercepat langkah, hujanpun semkain deras menyerang. Jalur pendakian yang kami lewati menjadi semakin licin semakin membuat langkah ini lebih hati-hati lagi.

'Ribet.. bener-bener ribet.. hujan becek.. masih harus narik kayu hitam' gumamku kesal..

Aku terus berjalan, meski sedikit jengkel harus diribetkan dengan mantel plastik. Meski diselimuti rasa jengkel, ternyata mengasikan juga. Terpleset sana sini juga jadi bonus perjalanan kami malam itu. Setelah kurang lebih 8 jam,Sampailah kami di post 2 wekas. Disinilah kami sepakat untuk berhenti kemudian mendirikan tenda. Kami letakan semua kayu yang sudah hampir 2 jam perjalanan kami tarik sampai ke post dua. Setelah tenda terbangun,kami langsung melanjutkan istirahat. Perut saling bersahutan, menyanyikan lagu indah yang mengingatkan untuk diisi. Segala macam snack sudah dikeluarkan, hap hap.. semua begitu lahap. 

'laper apa doyan ini, perasaan dijalan makan terus.. ini kok masih rakus' lagi-lagi aku bergumam..

perut tenang, kamipun mengistirahatkan badan..


'Samar-samar kicau burung mulai terdengar di ujung telingaku'

Ahhhhh.. masih enggan bangun, dingin masih memelukku erat”. Aku masih asik dengan sleeping bag. Lain dengan hanok dan sintut, mereka sudah lebih dulu bangun lalu menyalakan api unggun. Mendengar kebisingan diluar, aku langsung beranjak dari tempat tidurku.Terlihat diluar sintut sudah duduk di depan api unggun,Aku langsung menyusulnya, tanpa berfikir panjang aku langsung mnyerobot mereka yang lagi asik cerita. Angin begitu kencang, hampir badai namun cuaca benar-benar cerah. 

 
Sintut dan hanok menikmati api unggun


Lagi dan lagi.. perut berdendang, pertanda apa lagi ini kalau bukan lapar ? haha. Diambilnya satu bungkus biskuit, dan kacang asin. Terlalu asik cerita tiba-tiba,

"kak hanok, gak masak air ? dingin e, kayaknya enak kalo minum yang anget" ? celetukku pada hanok yang lagi asik hangatin badan di depan api unggun

"oh iyo mbok, bentar tak ambil kompor sama nesting" jawabnya.

 (kebiasaan dia kalau manggil aku dengan nama simbok, mungkin karena kebisaan waktu pentas dia jadi partner main ku, ahaha gapenting juga sih sebenarnya, okee next)

hanok langsung masuk ke tenda, mencari-cari kompor dan nesting. Sedangkan aku dan sintut asik menyiapkan gelas dan teh yang akan kami seduh.

"huahahahahahahaaa.. " tiba-tiba hanok ketawa lebar dari dalam tenda, sontak mengagetkan aku dan sintut yang lagi asik di depan api unggun.

"kenapa lo nok, ketawa-ketawa ngga jelas, mana kompor sama nestingnya ?" tanya hanok, dengan ekpresi heran melihat tingkah hanok 

"iyaa tu, kak hanok ni ga jelas, mana coba kompor sama nastingnya" ucapku sambil masukin teh celup ke dalam gelas berisi gula

"orang yang dibawa cuma kompornya aja, gimana mau masak air hahaha" jawab hanok masih dengan ekpresi ketawa

"yaelaahhh.. hahahhaha" (sontak kami bertiga ketawa)

"terus ini mau di gimanain tehnya ?" tanyaku bingung,
"gimana kalo kita bikin teh bakar, hahahahha" jawab sintut mulai ngaco

"jangan-jangan, gimana kalo rokok teh" susul hanok

"ah kalian ini konyol, payaah ah.. kenapa bisa gak dibawa coba nestingnya.. gagal deh minum teh anget di gunung, mana dingin banget" gerutu ku ke mereka berdua yang masih asik dengan daya khayalan-khayalan mereka.

"yaudaah, kita bikin teh bakar aja ato gak rokok teh itu tadi hahahaha " spontan sintut menjawab keluhanku

akhirnya kamipun tertawa, apalah daya nesting tidak dibawa dan kami tidak bisa memasak air untuk sekedar menyeduh teh hangat. Obrolan demi obrolan terus berlanjut, menemani kami bertiga pagi itu. Api masih membara begitu kencang dengan godaan angin yang menerpanya. Kakipun seolah tak merasakan panas, karena dingin begitu hebat menerobos celah jaket tipis yang aku kenakan. aku dan sistut masih asik ngerumpi, tiba-tiba celoteh hanok membuat kami berdua terfokus padanya 

"ayo udah jam 5.30, mau muncak nggak kalian ? apa sampai disini aja terus balik turun  ?" tanya hanok 
"ayoookk dah, pokoknya muncak" jawabku yang begitu terobsesi ke puncak merbabu untuk pertama kalinya. Namanya juga pemula, ngebet banget sampe puncak.

karena keasikan ngobrol, akhirnya pukul 06.00 kami melajutkan perjalanan menuju puncak "kentheng songo". Beberapa bekal sudah dipersiapkan, barang-barang yang berserakan diluar tenda-pun sudah dimasukkan ke dalam tenda. Kami hanya membawa 1 ransel kecil untuk membawa bekal.Suasana pos 2 merbabu pagi itu benar-benar sepi. hanya ada 2 tenda, dan kebetulan tenda yang letaknya tidak terlalu jauh dari tenda kami sudah mau turun untuk hari itu juga. Kami kamipun baru ingat kalau persediaan air kami habis, aku sempat khawatir gimana nanti kalau sampai kehabisan air. Mau minum apa, beli dimana  ? Tapi akhirnya kekhawatiran itu hilang ketika hanok menunjukkan sebuah bak tampungan air dan ternyata berada di dekat tempat kita mendirikan tenda. Perasaan melega, perjalanan berlanjut. 
Menuju Puncak Gilang cahaya :D


Jalanan mulai sedikit menanjak, langkah perlahan melaju. Hampir sepanjang jalan aku mengeluh, 

'capek ah.. masih jauh ya.. istirahat dulu deh.. ngantuk lah. apalah.. '

keluhanku terus terlontar, wajar lah.. Awalnya si semangat, kok lama-lama lemes juga. HAnok masih asik berbincang-bincang, aku mencoba iseng-iseng buat jalan mundur. Ternyata lumyan untuk sedikit mengurangi lelah yang tertumpu di kaki.  Lelah tidak begitu terasa, namun tiba-tiba lubang dibelakang berhasil mengecoh langkahku, 

'TERJATUH KADANG MENYAKITKAN, TAPI JALAN HARUS TERUS DILALUI'

Salah satu pelajaran yang ku dapat dengan ulah isengkku. Setelah 'ndlosor-ndlosor', akhirnya kami sampai di watu tulis. Gunung merbabu pun menjulang begitu besar di depan mata. Menurut salah satu kawan, disinilah kawah matinya gunung merbabu. Kami berhenti sejenak untuk meredam lelah, beberapa tangkapan foto dari handycamp berhasil di abadikan. Kami langsung melanjutkan perjalanan ke puncak,
Watu Tulis, Merbabu

'Ternyata jauh juga yaa.. dipandang si deket, giliran dideketi kok gak nyampe-nyampe' gumamku sembari menatap merbabu yang menjulang tinggi d depan mata. Perjalanan masih terus berlanjut, jalurpun mulai curam. Langkah kai ini semakin diperlambat. Sempet merinding setiap kali melihat ke belakang. Aku dan sintut sempat gemeteran, melaju menatap kedepan. Tanpa berani menatap ke belakang, butuh keberanian lebih untuk melewati jalur ini. Kalau ngga hati-hati bener-bener celaka, akibatnya fatal. Setelah melewati turunan curam, akmi akhirnya harus melewati tanjakan yang curam. Aku menyebutnya tanjakan penyesalan, eh perjuangan aja lah yaa.. kan naiknya berjuang banget tuh.. eeeeaakkkkk... hahaa

Pagi itu sekitar pukul 09.00, akhirnya kami pun sampai di puncak kentheng songo. 


Puncak Kentheng Songo
"kak hanok.. kita diatas awan, eh kak hanok itu ada gunung lain juga kelihatan, gunung apa itu kak, kak itu kota mana kak kelihatan juga?" heboh karena emang pertama kalinya lihat beginian di atas gunung. Aku masih heran, kagum, nggumun atau apalah istilahnya hahaa.. Senengnya itu loh ngga ketulungan. Dulu semasa kecil sering sih, gambar guunung kembar pula. Dihiasi awan putih. Disinilah tingkat penasaranku terus muncul, mulai dari nama-nama gunung, gear yang dipake buat mendaki dan masih banyak lagi. Entah rasanya semua hal berbau outdoor engen aku pelajari. Beruntung sekali aku dipertemukan dengan 2 kawan gokilku ini. Masih belum juga percaya, ketika langkah yang terus dikuatkan untuk menuju tempat ini, mulai dari jalur yang menanjak, batuan yang curam serta jalan yang meliku. Oh iya, musti melipir tebing yang curam. Menjadi hal yang menantang, Perjalanan dari pos 2 menuju ke puncak kurang lebih 3 jam. Eeeemm, lama banget ya ? iyaalha kamikan pemula, mana langkah kami kayak semut. 10 meter langsung istirahat jalan lagi istirahat lagi. Sampai dipuncak merbabu, kami sempatkan untuk mengabadikan moment tak terkecuali bersyukur karena Allah telah menguatkan ku sampai di puncak. Menikmati lukisan keindahan semesta raya yang luar biasa.Menatap tanpa batas waktu, gratis pula, dengan lensa mata yang tajam mendeteksi keindahan merbabu dan sekitarnya. Allohu akbar, tidak ada yang bisa terucap selain rasa syukur yang terus dipanjatkan. 

Puas menikmati keindahan, sambil menghabiskan persediaan logistik yang kami bawa kepuncak, kurang lebih 1 jam. pukul 10.00 kami memutuskan untuk turun, kembali pos 2. Sekitar pukul setengah 12 sampailah kami di pos 2. Segala perlengkapan kami kemas untuk kemudian melanjtukan perjalanan kembali ke basecamp. 
Packing barang bawaan,persiapan pulang

......


Semua telah selesai, dipos 2 hanya tinggal kami bertiga. Lanjuut gaass. Perjalanan turun lebih mengasikan, kita bisa lari-larian karena jalanpun serasa milik kami bertiga. Engga ada istilah rame, apalagi ngantri. Lari-larian, jatuhlah, terplesetlah, adalah teman baru yang mengiringi kami sepanjang perjalanan turun, sampai akhirnya kamipun kembali ke basecamp. Bersih-bersih sebentar di basecamp, manasin motor kemudia lanjut mencari sarapan. 
Persiapan pulang di basecamp wekas

......


Tibalah kami di salah satu warung mie ayam dan bakso, ketiga musafir(kemana-mana mampir haha) seperti kami udah loyo. Muka yang kucel, ngga mandi 2 hari, hitam kotor dengan santainya pesen mie ayam,

"bu tiga porsi mie ayam tabah 3 es teh ya bu" ucap hanok kepada penjual mie ayam.

aku dan sintut langsung duduk kebelutan lesena, bisa leluasa melempar kaki kesana kemari hahaha. 3 porsi dan 3 esteh datang dan kmi lahap dengan cepat,

"nok, mau nambah ga ? celetuk sintut dengan ekspresi masih terlihat sangat kelaparan
"yaudah nambah, aku 1 ya. Kamu nambah ngga mbok ? tanya hanok adaku
"yaudah deh, namabah 1 lagi, sama esteh lagi hehhe" jawabku

akhirnya 3 porsimie ayam dan 3 esteh kembali datang,apalah daya kelaparan melanda begitu hebat hahaha.. hap hap hap. Habis sudah... 

....

Akhirnya kami harus kembali ke jogja dengan cepat, karena hanok harus kembali ke jogja sebelum jam 3 untuk rapat KPG Regional Jogja karena dia menjadi ketua saat itu. Wuuuusss... berasa naik motor terbang...
dan sampailah di jogja kembali menikmati rutinitas ...
 

Previous
Next Post »