Saat Dunia Memalingkan Wajah, Terhadapku

perkenalkan aku..
ini tentang kehidupanku selama ini. mulai dari berbagai rasa. yang ku tahu itu indah. yaahh .. itu dulu, saat usiaku masih berkisar 5 tahun.. dulu kehidupanku begitu bahagia. tidak ada yang tidak indah,saat itu. karena aku beruntung, punya keluarga kecil yang selalu setia menemaniku kapanpun aku mau hingga suatu hari, ayahku memutuskan untuk pergi ke malaisya. aku baru berusia 8 tahun kala itu. ayahku memutuska untuk pergi meinggalkan kami bertiga, yaah aku ibu dan kakak ku.

di hari itu juga, ayahku berangkat dan kami menjalani hidup bertiga. tapi aku bahagia, dan aku terus menikmati hari-hariku bersama 2 orang yang paling berarti seumur hidupku. hari demi har terus aku lewati. pahit manisnya hidup aku nikmati hingga aku berumur 10 tahun. yang ku tau saat itu aku hanya bermain, menimati lucunya boneka barbie.. mengelilingi desa dengan sepeda keciilku,, yaa.. bermain sesukaku..

pernah sekali aku melihat, ibuku menangis di sebuah kamar rumahku.entah apa yang ada difikiranku saat itu, yang ku tau aku hanya bisa termenung disudut pintu.. dan aku tidak tau harus melakukan apa. lalu aku pergi, dan aku menangis. aku masih erus menikmati kehagiaanku bersama teman-temanku.. dan bayangan ibuku terus datang. aku berlari dan aku kembali pulang

aku tersenyum .. tak lagi kudapati ibuku bersedih. aku memeluk erat ibuku, dan yang ku bisa hanya menangis dipeluknya.

"andai ayah, disini "

hati kecilku hanya bisa bergumam demikian. hari demi hari kami lewati bertiga, dan kami bahagia dengan semua kenyataan yang kami hadapi. hingga sampai kepada titik dimana kami benar-benar butuh sosok seorang ayah datang. hingga keadaan memaksa kami untuk berpisah.

yaa.. saat aku menginjak kelas 5 SD, ibuku memintaku untuk pindah ke jogja.  
pagi harinya,terakhir aku sekolah di SD Gondanglegi. salah satu sekolah dimana aku bisa bersenang-senang dengan semua kawan-kawan. dan di pagi itu juga, aku berpamitan dengan teman-teman satu kelasku. berat memang harus meninggalkan mereka semua. aku mengiyakan semua apa yang di minta oleh ibuku, dipersiapannya semua barang-barang yang aku butuhkan untuk tinggal disana. hal terberat yang aku rasakan saat itu, harus berpisah dengan orang yang paling aku sayang, ibu dan kakaku.  dan di hari itu pula, ibuku memutuskan untuk pergi ke jakarta. kami bertiga hidup masing-masing begitupun ayahku .. 
mulai hari itu kami menjadi jarang bertemu. ibuku dengan kesibukan kerjaannya di jakart.. ayahku yang masih berada di malaisya.. begitupun kakakku dirumah bersama saudara disana. 

Nenekku datang menjemputku kerumah dan membawaku ke Jogja.. tidak bisa aku pungkiri, sedih melihat airmata yang keluar dari kedua bola mata ibuku. dan aku masih kebingungan harus berbuat apa dengan kepolosanku saat itu. yang ku tahu saat tu aku ikut nenekku ke jogja dan melanjutkan sekolah disana. 
sebuah becak tua, menjemput aku dan nenekku menuju persimpangan jalan raya. dan aku hanya bisa melambaikan tangan dan tersenyum melihat ibu, kakak dan saudara"ku yang waktu itu berkumul di rumah.

sebuah bus membawaku ke kota baru, yaaa JOGJA. banyak yang bilang bahwa kota jogja itu kota istimewa serta kota pelajar. di umurku yang baru 10 tahun, harus terpisah dari kedua orangtuaku. aku menemukan kehidupan baru bersama orang-orang baru. bertemu dengan kakeku yang super galak, tapi penyayang. bertemu dengan saudaraku, serta teman" baru. 

malam harinya, ternyata aku belum bisa lepas dari ibuku. aku menangis sesaat sebelum aku tidur. aku teringat dengan ibuku. pelukan yang biasanaya aku rasakan sebelum tidur, kini tidak ada. mulai hari itu juga aku dipaksa mandiri. perlahan aku mulai terbiasa dengan keadaan ini. aku mulai menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkunganku yang baru. dimana aku temukan berbagai macam orang dengan bentuk dan karakteristiknya. memang tidak mudah untuk anak seusiaku saat itu. 

beberapa hari setelah aku tenang di jogja, kakekku membawaku ke salah satu sekolah dasar dimana aku aku akan melanjutkan pendidikanku disini. kakeku membawaku e SD N Gajasari. salah satu sekolah dasar yang merupakan salah satu sekolah negeri di desaku. aku bertemu dengan banyak teman baru, dan salah satu saudaraku , imron namanya juga sekolah disana. beruntung, ada seorang yang aku kenal disitu dan aku tidak begitu merasa asing di sekolah baru. 

perlahan aku mulai bisa beradaptai dengan kawan"ku. meskipun tidak semua teman"ku baik kepadaku. ada yang jahil sampai-sampai perang menggunakan apu didalam kelaspun pernah aku alami. 
hal yang paling menyedihkan yang masih aku ingat sampai sekarang. aku punya teman bernama Rusi dina
. dia orang pertama yang mau berteman denganku. dia hampir sama denganku. hidup bersama neneknya. 
Dan pada suatu hari dia membawa satu kantong plastik buah kedondong. aku heran kenapa dia ke sekolah membawa buah sebanyak itu e sekolah. ternyata dia berjualan. hal itu ia lakuan untuk membantu neneknya. Merasa dia adalah teman baikku, aku pun membantu dia berjualan di dalam kelas dengan menawarkan buah itu ke teman-temanku. alhasil apa yang didapat. Beberapa orang memang mau membeli dan membantu rusi untuk berjualan namun ada salah satu temanku yang justru mengejek kemudian mencoret-coret muka lusi dengan spidol. enggak pernah terbayang sama sekali bakan seperti itu kejadiannya. di ujung kelas rusi menangis sambil membawa kantong plastik yang berisi buah kedondong. 

tapi aku bangga punya teman seperti dia dengan begitu berani dan berjuang membantu neneknya di usia yang masih sangat-sangat muda. 
hari demi hari aku jalani, bersama orang-orang di sekelilingku. menikmati riuhnya ruang kelas, bermain, jalan-jalan. sepulang sekolah aku tidak pernah berani maen. keseharianku sekolah pulang lalu membantu neneku membuat dagangannya. begitu terus menerus. tapi aku bersyukur.. aku menikmatinya semua itu. 

terkadang rasa rindu itu datang menghampiri. rindu bertemu ibu, kakak dan ayah. apa daya, kala itu belum punya handphoe yang bisa digunakan untuk sekedar menanyakan kabar. hanya bisa memendam rindu yang teramat sangat.  
untuk bertemu mereka pun harus menunggu hari-hari besar dimana mereka datang dan menjengukku ke jogja sekaligus untuk menyembuhkan rasa rindu.


begitu seterusnya keseharianku di jogja, harus terpenjara rindu terhadap orang-orang yang aku sayangi. melakukan hal apapun sendiri. tapi aku beruntung, kakek sayang sekali sama kau meskipun sifatnya yang keras. yang masih aku ingat sampai sekarang saat beliau mengajariku membaca bahasa inggris. ahh... sulit memang tapi kakek begitu asik dan serius dalam mengajariku.

hingga sampailah aku dihari dimana aku akan menghadap ujian nasiona untuk sekolah dasar.
pagi itu aku sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, aku masih sibuk mengenakan baju olahragaku. yang kebetulan hari itu ujian praktek untuk kelulusanku.
tangan kanan baru saja masuk ke lengan baju sebelah kanan, dan tiba-tiba gempa bumi datang.
orang-orang berhampuran keluar dan au terjebak didalam kamar. aku terjebak dan tindak bisa keluar. almari berjatuhan, tempat tidur brgoyang dan suara gemuruh itu semakin kencang terdengar.


"Allohu Akbar"

itu yang tiada henti aku terikkan. aku menangis, aku berteriak..

"Yaa Allah lindungilah aku"

aku masih menngis, berharap ada seseorang yang datang menolongku. namun nihil, sampai akhirnya gempa itu berenti dan aku memutuskan berlari keluar rumah. kulihat diluar ada kakek nenek adik dan slaha satu saudaraku yang kebetulan pagi itu datang kerumah sebelum adanya gempa.

sesampainya kau diluar, aku kena marah sama kakekku. kalian tau, saat gempa terjadi beliau berteriak memintaku keluar rumah, dan aku tidak mendenga karena situasi memang enggak memungkinkan untukku keluar. lagi-lagi aku hanya bisa menangis di pelukan nenekku.
entah perasaan takut, trauma dan kacau saat itu ditambah kena marah.

sesaat tangisku meredam, dan mereka membawaku ke posko pengungsian. kami berkumpul bersama semua warga yang mengungsi disana. jerit tangis bercampur terdengar disana. aku hanya bisa mentap kosong, kebingungan,

"Yaa Tuhan.. apa semua ini"

aku tidak lepas dari peluk erat nenekku. seseali menangis. takut gempa itu akan datang lagi. hari makin malam, hujan datang. berbagai macam isu sdatang silih berganti.

"Akan ada gempa susula yang lebih kencang"

itu yang sealu aku dengar di posko pengungsian malam itu. bagaimana tidak takut, anak sekecil ini. lalu nenekku menajaku untuk tidur, tidak pernah lepas. aku hanya ingin nenekku memelukku terus dan terus tanpa melepas. hingga pagi harinya, Allah memberikanku hadiah yang luar biasa.

seorang laki-laki dengan celana kain panjang, kaos oblong warna putih berdiri tepat didepan posko pengungsian.siapa lagi kalau bukan "AYAH"

aku lari memeluk, menangis tiada henti. betapa tidak, bertahun-tahun aku tidak bertemu dengnnya.riba-tiba disaat yang tepat dimana aku benar-benar membutuhkan orang tersayangku, beliau datang dengan senyumnya yang selalu menghiasi kehidupanku dulu. aku tidak henti memeluknya. aku bercerita tentang hidup dengannya. menceritakan kesedihanku, kegembiraanku.dan beliau perdenar terbaikku.
semalaman aku bisa tidur bersamanya. hal itu membuatku begitu tenang dan merasa aman.

pagi harinya ayahku pulang ke kebumen, lagi-lagi tangis yang harus aku hadapi. baru saja bisa tersenyum dan bahagia, lagi-lagi harus ditinggalkan olehnya. aku kembali ke palukan neneku dan menangis.


"aku masih ingin bersamamu, ayah"
tiada henti kata-kata itu aku lontarkan di dalma hatiku meski tiada satupun yang bisa mendengarkannya
cobaan itu aku hadapi bersama orang-orang yang q sayangi di jogja.
hari demi hari aku lewati. sampai akhirnya bencana itu meredam dan hilang.
semua sudah kembali seperti semula. dan baik-baik saja. rutinitasku kembali berjalan bersma orang-orang tersayangku.

Ujian berjalan lancar dan hasil yang aku dapatkan alhamdulillah memuaskan.
aku memtu tuskan untuk melanjutkan pendidikanku ke salah satu seolah menengah pertama yang letanya tidak terlalu jauh dari rumah.
SMP N 2 Ngilpar menjadi pilihanku kala itu. aku mengurus segala administrasi sendriian. dan mulailah  aku awali menuntut ilmu disana. bisa dibilang kemana-mana sendirian haha.. mungkin sudah biasa dan kakeku mendidikku untuk mandiri. jadi tidak lagi kaget aku mengadapi semuanya sendiri meskpun tidak munafik bahwa aku butuuh orang lain.
tapi itulah kenyaatan yang aku hadapi. tidak satupun aku mengeluh apalagi menyalahkan keadaan. aku meimati hari-hariku dengan tawa bahagia.
menemukan hal-hal bar bersama orang-orang baru disekelilingku. aku selalu semangat, setiap langkaku aku selalu opitimis. melangkahkan kaki dengan doa, niat dan usaha yang kuat.

sebuah mini bus yang setia setiap pagi menjemput dan mengantarkanku pulang. tapi aku menikmatinya.
berdesak desakan di dalam bus, menunggu berjam" sampai akhirnya telat masuk sekolah.
mungkin itu yang aku rindukan saat ini.
rutinitasku seolah pulang, sekolah pulang begitu terus menerus. tugas yang begitu banyak menjadi teman setiaku sampai hari-hari terakhir aku lulus dari sini. dan yang aku ingat saat itu,
aku pernah menyukai sala satu etua osis. sebut saja tian. hahha.. lucu juga sih ceritanya.
duu au punya sahabat dekat bernama adys. kemanapun aku pergi pasti bersama adys. berbagi cerita suka duka dan bercerita tentang berbagai hal. pernah suka sama ketua osis dan hanya bisa tertawa saat itu. hal apapun tentangnya sealu aku tuliskan di buku diariku. yaa, saat itu memang baru musim-musimnya menggunakan  buku diari. semua aku rangkum disini, dan sampai saat ini buku itu masih aku simpan. berbagai kata-kata yang sempat aku baca beberapa hari yang lalu, sempat membuatku tertawa tebaak-bahak.

"ALAAAAYYY AHH"

hahaaa.. sekali dua kali aku baca dan memang lucu. semua hal tentang ketua osis selalu aku ceritakan ke adys. dia memang sahabat yang enggak pernah lelah mendengarkan semua ceritaku.

semasa sekolah, aku begitu sangat menyukai seni terutama seni rupa. menggoreskan semua pena-penaku diatas lembaran putih. yaa, aku sangat menyukai duniaku. dunia seni. tiga tahun berlalu dan aku melanjutkan pendidikanku di SMK N 1 Nglipar. sala satu sekolah yang aku idam"kan.
disitulah aku mengenal dunia komputer,
lagi dan lagi bertemu orang-orang baru. canda tawa kembali aku temukan bersama mereka.



To be Continue....
Previous
Next Post »