Di jalan kecil yang berkelok
Kau mulai memijakkan kakimu,
menyusuri gelap malam
hanya bersinarkan sang rembulan
hari itu juga
kau menyapa lembut gunung semeru
kau menemui dengan senyum sapa yang ramah
seolah kau memperkenalkan dirimu keindahan milik-Nya
di teduhnya tenda
kau mengistirahatkan lelahmu sejenak
di dinginnya malam
berselimutkan sleeping bag
kau terlelap
Hingga tiba waktumu memutuskan untuk berjalan
atributmu telah kau persiapkan
hangat berlapiskan kain pollar kesayangan
tiada kata "LUPA"
untuk sebuah doa yang terus kau panjatkan
hingga akhirnya kau mulai berjalan
menerobos lorong di rimbunnya hutan yang gelap
melawan rasa takut,
menantang semua keragu-raguan dalam benak
dan keyakinan serta tekad kuatlah yang berkuasa dalam dirimu
malam itu,
pantulan cahaya semakin terlihat
membentuk aliran indah sinar yang menjalar keatas
di atap tertinggi jawa
di puncaknya para dewa
langkah terhenti sejenak,
mengambil nafas untuk segera memulai
merangkak, merayap
dingin yang semakin menyeruak
berpuluh-puluh meter sudah kau tempuh
semangat semakin berkobar,
keyakinan semakin menguat
dan kaki seolah ingin berlari
Namun,
Tuhan berkehendak lain
dengan kehendak-Nya
semeru menyapamu,
kau lebih dari sekedar berada dipuncak para dewa
Namun, kau telah berada di puncak keabadian
Selamat jalan kawan
Tenanglah dalam dekapan alan
Tenanglah bersama keabadianmu disisi-NYA
Tuhan, dan kami semua menyayangimu begitupun Alam semesta
depok, YK
15 agustus 2015
01:47
EmoticonEmoticon