Beruntungnya Aku,

pernah aku menemukan
yang nyaman
yang tenang
yang membahagiakan
lantas kehilangan,

lagi, dan lagi
kehilanganmu hanya untuk mempertemukanku pada orang yang salah
dimana rasa "kagum" yang kuanggap itu cinta
pada rasa nyaman yang kuanggap itu bukanlah sementara
hingga saat aku benar-benar lumpuh, 
dia menopangku

lagi, 
aku kembali kokoh
aku kembali tegak dengan berjalan berdampingan denganmu
hingga pada akhirnya, aku
mengenalimu lebih dalam
dan yang ku temukan bukanlah kamu yang kutemui untuk pertama kalinya
aku sama sekali tidak mengenalimu

semakin asing,
hingga aku tidak mengenalimu sama sekali
 airmata (terlalu) sering terjatuh
hingga lara yang mendalam terasa semakin utuh
yang sengaja membuat hatiku runtuh

aku bagai mencintai orang asing 
yang tak pernah ku tau darimana asalnya

entah kenapa saat itu aku begitu bodoh
mengiyakan setiap janji manis yang berujung bual

hingga pada puncak kesakitanku,
kau tertawa melihat tangisanku dihadapmu

beruntungnya aku, Terlepas darimu

dan kehilanganmu,
tak pernah membuatku menyesal seumur hidupku

beruntungnya aku, Terlepas darimu 




Depok,Yk
13 Agustus'15
10:36

Previous
Next Post »