meski kini, dia yang menggantikanku disisimu

seringkali aku bercerita pada diriku
kenapa waktu itu aku dipertemukan dengannya,
yang jelas-jelas hanya menghancurkanmu yang seharusnya untukku

seringkali aku menangis,
kenapa dia begitu pandai dengan semua perkataan indahnya
yang jelas-jelas semua itu hanyalan bualan semata

seringkali aku merenungi setiap kejadian yang ada
pernah menjadi sebodoh itu soal rasa, 
yang sudah tau dimana hati ini menetap 

seringkali pula aku membenci,
setiap kejadian tentangnya yang mengharuskanmu pergi
yang sudah pasti hingga kini hati masih bertahan disini


menjadi benci tak membuatmu kembali
menjadi dendam tak membuatmu mengembalikan rasa yang terpendam
menjadi bengis tak membuatmu rapuh dengan kesakitan yang mengiris

sebegitukan rasa, 
kadang harus termakan ego dan amarah yang membara 
seakan membuat logika berhenti berfikir
sampai akirnya waktu yang mengatakannya pada hati
pada akhirnya hatiku tak benar-benar beralih, 


masih saja rekat, dan terus melekat
meski kini, dia yang menggantikanku disisimu~



depok, YK
17/9/15
02:14

Previous
Next Post »