jadikan aku pelengkap disetiap cangkir kopimu,

Ku menunggumu disini hingga airmata menjadi telaga, mengalir kesetiap sudut ruang rindu.. terendapkan oleh berjuta rasa .. Jernih.. Tidak beriak.. Tetap tenang. Namun semakin menggenang.. sesekali tersapukan oleh angin yang memisahkan setiap puing-puing reruntuhan yang mengambang bebas diatasnya.. tapi aku tetap tenang .. Tak terhiraukan.. Puing-puing itu semakin menyingkir dan aku kembali jernih .. Coba, Berbaliklah .. Tatap wajahmu tepat dihadapku .. Aku masih.. Masih..
masih sama, sama seperti dimana pertama kali kamu membasuh lukamu dengan dinginku .. Dimana kau menghapus dahagamu denganku .. Kau yang sesekali mengambilnya untuk sekedar menyeduh kopi hangatmu.. Aku ingin selalu menjadi bagian terpenting dari seiap cangki kopimu .. Yang tiada bosan kau seduh .. Senantiasa kau ingat setiap pagi .. Selalu menjadi teman setiamu, saat senja.. dan hujan.. Bahkan  ketiga 3 butih pisang hangat terlahap habis bersama pahit dan pekatnya kopimu .. aku  ingin.. tapi, tapi.... ..............................................................


atap kota,Depok 2 juni 2015
23 : 01

Previous
Next Post »