Bukan apa apa, ini mengenai rasa

         Hei, kamu apa kabar ? Baik-baik aja kan ? aku tau kamu tetap baik-baik aja tanpa aku dan kamu masih berdiri tegak ditempatmu. Akupun begitu, baik dan sangat-sangat baik.. oh iya, bagaimana dengan hatimu. Masih utuh ?  masih kosong ? atau sudah terisikan hatiyang baru ? kalo aku, masih sih. Masih setia mengutuhkan hatiku. Buatmu entah hal bodoh apa yang aku lakukan. Tapi aku enggak lagi mencari-cari hati peredam. Yang hanya aku butuhkan saat aku benar-benar terjatuh. Tidak aku tidak seperti itu.  Aku masih setia pada diriku.



        Bagaimana mana rasanya menjabat jemari yang baru ? Dulu kita sering loh jalan beriringan, menelusuri jalan bebatuan bersamaan. Terus kita nemu buldoser :D langsung deh bikin pose gokil, aku yang sibuk membelak-belokan tbadanku kamu yang asik sama mata lensamu, lalu seketika itu tawa terlontar tanpa beban. Apa masih sama rasanya seperti saat kita bergandengan dulu ? Apa masih sehangat itu ? Apa masih seerat dua jemari kita ? PAsti beda kan ? tentu dong :)



         Oh iya, sampai lupa... History kita cukup banyak ya .. kok kita sih, kamu maksudnya. Punyaku juga begitu, dan hingga sekarang masih aku bingkai rapi loh.. Punyamu pasti sudah kamu bakar habis yaaa bahkan tergantikan dengan history yang baru :) eh, yang baru jangan lupa disimpan rapi loh yaa, jangan ikut" dibakar. Sayang banget, nanti gak punya cerita loh :)



        Kapan kamu sembuh dari amarahmu ? betah banget sih. nanti cepet tua loh, enggak baik loh mendem amarah lama-lama. Aku udah putuskan masalahnya kok. Dan aku juga enggak lagi memendam apapun. Gausah kawatir, aku enggak lagi cengeng seperti saat kamu maki-maki. Direkam di pojokan udah kayak FTV aja :). Aku enggak lagi lemah seperi saat kau jatuhkan. Aku enggak lagi manja saat harus kelaparan di pagi hari. Aku enggak lagi mengemis maaf. Enggak kok, gakan lagi. Sekarang sudah enggak ada yang perlu diperjelas lagi.



         Terimakasih yaa.. berkat kejujuranmu. Kini aku menemukan banyak sekali pelajaran. Kini aku mulai bisa menerima. Aku berjumpa dengan diriku yang baru. New soul, New Life, New day, and New Story :). Terimakasih, setelah dipertemukan denganmu, aku bisa menjadi lebih baik. Aku mulai meninggalkan semua kemalasanku. Aku terus setia pada hatiku, memantaskan diri untuk orang yang benar-benar tepat untukku dari-NYA. Banyak sekali enenrgi positif yang sekarang menghantamku dengan hebatnya. Aku gak lagi terkekang, aku enggak lagi menyesali. Tenang ya, aku enggak kebakar loh sama api yang kamu nyalain :). Jadi mending kamu matiin aja apinya, takutnya nanti kamu kebakar :).



        Aku minta maaf yaa, untuk cerita yang panjang di waktu yang singkat dan waktu yang panjang untuk cerita yang singkat. Jadi lebih baik ya :)).



ehh.. udah dulu yaa. Aku sibuk nih, mau berbahagia dulu :))





"Hargai setiap perjumpaanmu dengan seseorang, sebagaimanapun membosankannya dia, sebagaimanapun menjengkelkan dia sebelum dia pergi meninggalkanmu dan kau baru akan menyadari setelah kehilangannya"

"Hargai wanitamu sebagaimana kamu menghargai ibumu, Perlakukan wanitamu sebagimana kamu memperlakukan ibumu " 

"Tingkatkan kualitas dirimu, kelak yang berkualitas akan datang kepadamu"

"Ibarat hati yang terbelah menjadi dua, Sesuatu yang mustahil. Itulah kesetiaan" 

"Tak perlu takut dan gundah gulana ketika jodoh yang kau idamkan tak kunjung datang, perbaiki dan memastakan dirilah. Kelak Tuhan akan mempertemukanmu pada tulang rusukmu" 

"Buat perempuan hebat di muka bumi ini, Jadikan 3 hal sebagai pegangan hidupmu AGAMAMU, TUHANMU, DAN HARGA DIRIMU dan selalu tebarkan senyum terindahmu kepada semesta-NYA, Barakallah "

Depok, Tembok biru, 4 Juni 2015
00:10


Previous
Next Post »