lorong waktu,
selalu punya caranya sendiri
menyimpan setiap misteri dan kenyataan tanpa mengenal toleransi
terus berlanjut
bahkan tak memperdulikan apapun,
yang dia tau hanya terus melalu
masa bodoh dengan ketertinggalan yang ada
lorong waktu
yang pernah mempertemukan kau dan aku
memberikan ku beberapa ratus detik untuk berjalan beriringan denganmu
menjejak, menapak, menyisakan cerita disetiap kejadian yang ada
tapi,
lorong waktu pula
yang pada akhirnya memisahkan kau dan aku,
disaat rasa begitu kuat adanya
memaksaku untuk melepas,
tidak lagi tinggal di ruang dan waktu yang sama setelahnya
mengurungku dalam ketiadaanmu,
tawamu, senyumu, tatap matamu, semua yang ada padamu
aku rindu,
tidak adakah lorong waktu berpihak padaku,
mengijinkanku untuk masuk kedalamnya hanya untuk sejenak merebah lelah dipundakmu
membicarakan apapun
menertawakan apapun
bersama jutaan gemintang yang mengangkasa
tidakkah lorong waktu
mengijinkanku untuk sejenak memecahkan rinduku padamu
menepiskan laraku bersamamu
meredahkan amarahku dengan hangat lembut tuturmu, menasehatiku
kau tau,
aku begitu tersiksa rindu
dia sengaja menguasai pikiranku
membacakan semua kenangan indah denganmu,
tidakkah kau tau,
aku rindu berada disampingmu, rindu sejenak tenang bersamamu
berbaliklah,
tatap aku, resapi rinduku
bagiku, itu sudah cukup
berbaliklah,
tatap aku, resapi rinduku
bagiku, itu sudah cukup
teruntukmu yang pergi...
depok, 31 mei 2015
di sudut ruang hampa
EmoticonEmoticon