dalam diamku, kini aku menemukan jawabku

sore
menuju senja
dimana sang fajar harus mengistirahatkan diri dipangkuan sang malam
bukan untuk menghilang, abadi
namun ia hanya ingin menghantarkan sang fajar menuju menari esok hari,
penuh harap


tapi,
kali ini berbeda
malam memang terus berjalan, bahkan semakin malam
hitam dan terus semakin pekat


memang gelap,
tapi sinar rembulan perlahan menerangi redup redamnya hari 
dipelupuk malam,
di pangkuan sang rembulan
aku terdiam, sampai akhirnya aku menemukan jawaban


bahwasanya ketulusan tak pernah butuh penjelasan apapun,
iya
layaknya rembulan menyinari sang malam
senja menghantarkan sang fajar, 
fajar menuntun perlahan jingganya senja menuju persinggahannya


kau tahu, ?
mereka tak butuh pengakuan apapun dengan apa yang mereka lakukan
seperti itulah ketulusan 



Dalam tenang, Dalam remang dan kesejukan malam
Depok,YK. 5 mei 2015
11:47




Previous
Next Post »