Catatan dari seorang Kawan,

beberapa bulan yang lalu, aku dapati puisi ini dari salah seorang kawan. aku menyebutnya kampret dan dia menyebutku bebek, yaaa.. begitulah :)
dan masih tersimpan rapi di sini :)


Matahari dan Bumi

lihat matahari enggak hari ini
tadi matahari sama bumi, ngobrol-ngobrol serius
kata bumi

" matahari kamu baik, terimakasih .. kamu memelukku meski sebatas cahaya.. terimakasih kamu sudah menemani diriku meski sebatas senja.. matahari.. aku selalu sabar menunggu kedatangan fajarmu.. meski malam mendesakku mendinginkan isiku.. matahari.. aku selalu siap melihat kepergianmu diujung senja.. meski gelap kau sisakan untukku..aku mencintaimu matahari.. aku mengininkanmu.. tapi kita terllalu jauh, kamu cantik aku ingin memelukmu tapi kau asik bermain dengan apimu.. aku payah matahari.. aku yang bisa memikul ribuan juta jiwa dipundakku.. tapi untuk menemuimu.. aku payah.. aku kuat.. uluran tanganku ada gunung-gunung berapi.. apinya sama dengan apimu.. aku siap menggenggammu.. membawamu pulag.. tapii.. ini aan sebatas ocehan payahku padamu.. kita jauh berbeda.. layaknya.. bebek dan kampret.. 
Previous
Next Post »