Selamt pagi cinta.. eh cintanya dimana yaa.. dikolong kali yaa ? eh disini.. eh disana.. eh disitu .. eeh malah ngomongin apaan sih hahaha
.......
oke.. kelanjutan dari pendakian merbabu di bulan november 2013, kali pertama pendakian di merbabu memjadikan saya ketagihan. Pendakian pertengahan november sudah selesai dan kembali dengan selamat tanpa suatu halangan apapun.. ( Pendakian Merbabu dapat dibaca disini) yuukk lanjut deh. Masih berada di tingkay penasaran yang tinggi, dan entah keingina buat naik gunung itu berapi-api sampai akhirnya hanok mengajaku mendaki gunung slamer pada tanggal 6 desember 2013. Okee.. semangat begitu membara. Pendakian kali ini kai berangkat bertiga namun bukan dengan sistut melainkan dengan kawan baruku bernama ziki (sahabatnya hanok). Segala persiapan baik fisik maupun perlengkapan telah dipersiapkan. Pukul 16.00 kami berangkat menuju basecamp bambangan menggunakan sepeda motor. Sepanjang perjalanan banyak sekali cobaan,apalagi untuk kami yang baru kali pertma ke gunung slamet. KAmi belum mengetahi pasti jalan menuju ke gunung slamet. Sekitar pukul 19.00 kami sampai di kebumen, beristirahat sebentar untuk makan di salah satu tempat makan di daerah prembun, kebumen.
.....
usai kami makan, Kamipun melanjutkan perjalanan. Jalanan begitu ramai, namun kami tetap asik menikmati. Sampai akhirnya sampailah kami di purbalingga, kami ragu dengan jalan yang kami lewati. Suasana di kota purbalingga begitu sepi. Jam menunjukkan pukul 21.30, kami msih sibuk mencari-cari warga untuk sekedar bertanya jalan menuju bambangan. Kami bertemu dengans alah satu warga, dan hanok bertanya kepada beliau. Kami telah mendapatkan informasi yang cukup mencerahkan,
"Pokoknya mas ikutin jalan ini terus, nanti kalau ada belokan ambil kiri, kiri teru" ucap bapaknya ke hanok
"baik pak, terimakasih banyak" jjawab hanok
merasa cukup dapat jalan terang, kami pun mengikuti saran yang kami terima. Dan ternyata eh ternyata, jalan yang diinformasikan ke kita merupakan hutan belantara yang sangat sepi. Tidak ada satupun orang yang berlalu lalang disini. Suasananya begitu "Singup".Waktupun menunjukkan pukul 12.30, dan kami masih berada di kawasan hutan. Sontak aku pun merinding, seperti masuk ke dunia lain (lebaay ) hahahaa. Mulut engga ada berhenti dari mengucap doa, pikiranpun kemana-mana. Memikirkan segala kemungkinan apa yang akan terjadi kalau jalan ini tiada putus dan kami terjebak disini. Bagaimana kalau nyasar.. Apalagi kalau ada binatang buas.. Apalagi mogok atau kami dibuat nyasar oleh penghuni sekitar.. aaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk.. semua pikiran itu seolah-olah menjadikanku semakin takut..
"Nok, tungguin nok .." teriak ziki yang berada dibelakang lantas kami berjalan beriringan dengan laju sepeda motor yang cepat. Terlihat ziki begitu takut, karena kebetulan dia hanya berboncengan dengan carrier hahhaa.. mungkin takut kalo nanti ada yang numoang di jok belakang :D
'bang ziki numpang dong sampe depan' hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ngeriiiii .. hahhaa
waktu sudah menunjukkan pukul 1.30, Kami melewati sebuah telaga. Aku melihat 2 orang yang sedang berdiri ditengah-tengah telaga. Dua orang itu terlihat seperti sedang bertapa, hanya menggunakan celana pendek. Aku benar-benar terkejut sekaligus takut melihat hal itu. langsung aku palingkan pandangan dari telaga. Perjalanan masih terus berlanjut, kami sampai di sebuah di sebuah pasar (lupa nama daerahnya). Kami akhirnya bertanya pada orang yang kebetulan masih terjaga di salah satu angkringan. Pukul 2.00 pagi, akhirnya kami diberi tahu jalan menuju basecamp bambangan. Kami langsung melanjutkan jalan, ternyata eh ternyata kok nyasar. Kami mengikuti jalan desa yang berujung buntu, kamipun kembali ke pasar dan bertanya kepada orang yang berbeda. Kami ditawari oleh seorang bapak untuk diantar, namun kami tidak mau. Fikiran negatif terhadap bapak itu terpacar pada diri kami bertiga. Bapak itu serem, dengan pandnagn mata yang tajam, tubuh yang kekar dengan jaket kulit hitan layaknya bodyguard. Kami mencari alternatif lain, mengikuti saja jalanan dan sampailah kami di desa bambangan, Dimana basecamp gunung slamet itu ada.
Pukul 2.30 kami sampai d basecamp, kami disambut oleh penjaga yang ada di basecamp. Banyak sekali pendaki yang terlelap di basecamp. Udara dinginnya disini begitu juara, menggigil seluruh badan. Akhirnya kami pun beristirahat guna mempersiapkan tenaga untuk keesokan harinya. Meskipun tak beralaskan kasur yang empuk untuk merebahkan lelah, setidaknya bisa untuk meluruskan pinggang yang encok setelah hampir 10 jam berada diatas jok motor sambil menahan carrier.
..................
Pukul 08.00 kami baru bisa terbangun, bergegas packing dan sarapan. Pendakian dimulai, segala macam administrasi sudah diurus oleh hanok. Satu dua langkah mulai menapak.. melewati perkebunan warga yang hijau.. Banyaka sekali warga yang terlihat sedang memanen hasil perkebunan mereka, seperti sawi, wortel, loncang dan masih banyak lagi. Masih sama, aku hanya membawa ransel kecil lain halnya kak hanok dan ziki. MEreka menggendong carrier bagai menggendong kulkas. Karena memang segala peralatan dia yang mempersiapkan. Hutan di taman nasional gunung slamaet begitu rimbut, deru suara cemara menjadi teman setia. Deru derap yang menyeramkan namun menyejukkan.
...
Sampailah kami di pos 1. Sesaat kami sampai di pos 1 hujan deras pun mengguyur, sontak beberapa pendaki baik yang naik maupun turun berteduh disana. Kami sempat berkenalan dengan beberapa kawan yang berasal dari berbeda daerah. Bersendau gurau, namun aku memilih untuk tidur. Entah kenapa suasana disini sedikit berbeda dari gunung yang ku daki sebelumnya.
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon