PENDAKIAN GUNUNG MAHAMERU 23-27 AGUSTUS 2014

Gunung Bromo
hari ini begitu cerah. Aku memulai aktifitas seperti biasanya bekerja dan bekerja di salah tempat usaha milik pribadi yaitu maskota haji hatim. Toko ini membuat berbagai macam kue kas kalimantan. Selama bulan puasa itu aku berkerja bersama salah seorang teman satu kampusku. Tepat jam 12 siang aku beristirahat dan rebahan sembil memainkan telephone selulerku. Aku punya rencana setelah aku pulang dari kalimantan ini aku akan melakuakan pendakian ke salah satu gunung tertinggi di pulau jawa. Yaaappppp... gunung semeru.Gunung semeru merupakan salah satu impian destinasiku untuk berlibur. Kebetulan waktu itu aku memang sedang libur kuliah selama 2 bulan. Rencana itu sudah aku persiapkan bersama kawan baruku. Melalui bbm kami membahas rencana pendaikan ke semeru. Mulai dari tanggal, transportasi serta perlengkapan pendakian. Tapi hal ini kurang efektif karena tidak bisa berbincang langsung untuk membahas persiapan dengan matang. Sepulangku dari kalimantan aku liburan dahulu ke jakarta tepatnya di daerah serpong. Disana memang ada keluarga yang tinggal disana. Selama 3 minggu aku liburan di serpong. Tanggal 17 agustus lois memutuskan untuk datang ke rumahku di serpong. Tujuan awalnya bukan ke rumah sih yakni membeli peralatan outdoor. Kliiinggg.. smartphoneku nyala dan ternyata ada bbm masuk. “aku sudah di stasiun kebayoran, kamu dimana neng ?” kami memang sudah janjian sebelumnya untuk bertemu di stasiun kebayoran baru setelah itu menuju ke rumahku di serpong. “Haiiii bang ?” sapa ku sambil melambaikan tangan karena melihat lois dari kejauhan. Akhirnya kami tidak langsung menuju ke serpong namun menuju ke salah satu tempat outdoor di wilayah kebayoran lama. Tandike merupaakan tujuan utama kita sore itu. Sesampainya di tandike kami melihat banyak sekali peralatan outdoor disana. Mulai dari carrier, tenda, dan masih banyak lagi. Tidak lama kami berada disana akhirnya kami pulang ke serpong. Keesokan harinya kami memutuskan untuk pergi ke salah satu outlet outdoor di wilayah mayestek, kebayoran lama. Akhirnya disana aku mendapatkan sepatu tracking dan di outlet yang lain lois membeli carrier karena carriernya sudah rusak. “Yeesss... sudah dapat ... berarti kita tinggal menyiapkan kebutuhan yang lain nanti setelah kita sudah di jogja neng” seru lois setelah dia selesai membeli carrier di salah satu outlet ternama. “ iya bang “ jawabku. Setelah kami sudah mendapatkan peralatan outdoor yang di cari, kami berdua akhirnya kembali ke jogja. Pukul 23.00 WIB kami berangkat dari stasiun pasar senen. Penumbang begitu ramai di dalam kereta. Perjalanan itu memmbuatku terlelap hingga mentari mulai menampakan sinarnya di ufuk timur. Beberapa saat kemudian akhirnya sampai di stasiun lempuyangan dan menuju ke rumah. Hari demi hari aku mempersiapkan segala kebutuhan untuk pendakian di semeru. Aku bersama lois dan dono. Akhirnya Cuma kami bertiga yang memutuskan pergi ke malang. Segala macam kebutuhan mulai dari perlengkapan outdoor, logistik, administrasi untuk pendaftaran pendakian sudah di persiapkan jauh-jauh hari. malam sebelum bernangkat malang, lois dan dono packing di rumahku. Memasukan segala macam kebutuhan selama tinggal di gunung semeru. Satu per satu barang masuk ke carrier kita bertiga kebetulan semuanya membawa carier. “doneeee....!!! “ teriaku dengan penuh gembira karena sudah tidak sabar ingin segera berada di puncaknya para dewa. “kamu sudah selasi neng ? “ tanya lois “syudaaah bang J “ jawabku pelan “carrierku masih longgar ini, barang apalagi yang akan dimasukkan “ tanya dono karena kebetulan carriernya masih sisa tempat yang lumayan banyak. “ini don “ jawab lois sambil memberikan sb ke dono. “ eh neng, ini carrierku juga masih banyak tempat yang kosong. Besok logitik kamu yang belanja nanti dimasukkan ke carrierku” tegas lois sambil terus menata perlengkapan ke dalam carriernya. “okee ang” jawabku Kami bernagkat ke malang jam 8 malam. Sore sebelum berangkat aku dan lois mengecek segala kebutuhan ynag belum masuk ke carrier. Dan peckingpun selesai. Tepat jam 19.30 perjalanan itu ku mulai dari stasiun malang. Bersama dua kawan gokilku. “tuuuuuuuuuuuuttt.. “ sebuah kereta datang dari arah timur. Tenryata kereta yang akan mengantarkan aku bersama kawanku ke kota malang. Tepat pukulo 20.00 kami bertiga masuk ke gerbong kereta. Hati sudah campur aduk diantara tidak sabar senang dan semua sudah bercampur di kepalaku. Betapa tidak, sebuah mimpi yang selma ini aku iinginkan untuk dijumpai dapat aku kunjungi saat itu. Candaa tawaaa terus adaa diatara kita bertiga. Ada yang satu molor yang bingung badannya pegel karena kursi duduk kurang nyaman. Semua itu kita nikmati Hingga malam semakin malam kedua kawanku terlelap dan aku masih saja sulit tidur “ mahamerru aku akan berada di sana .. tunggu aku mahameru” gumamku dalam hati sambil tersenyum sendiri melihat lampu kota di sepanjang perjalanku menuju malang sampai akhirnya kau terlelap bersama mereka. “tuuuuuuuuuuuuuutttttt” suara kereta samar-samar terdengar lois membangunkan aku dari lelapku “neng, sudah sampai “ seru lois padaku. “ iyakah bang .. ? jam berapa ini ? tanyaku dengan mata masih sedikit terpejam “jam 04.00 neng.. yuuukkk siap “ jawabnya sambil senyum polos. Akhirnya dono dan lois mengambil carrier yang ada diatas tempat duduk. Kami langsung turun dengan carrier yang mulai terasa berat. “ aah.. ini carrier yng berat apa aku belum sadar dari mimpi tidurku barusan” gumamku sambil menertawakan diriku sendiri. Aku tak menghiraukan. Di staisun malang aku meliat beberapa turis yang juga menggendong carrier jauh lebih besar daripada beban yang ada dipundakku. Aku menjadi semkain semangat untuk cepat tiba di semeru. Kami berjalan menuju sebuah angkutan umum. Setelah kami sudah mendapatkan persetujuan harga, kami bertiga langsung masuk ke sebuah angkot biru menuju pasar tumpang. Pasar tumpang merupakan basecamp para pendaki yang akan melakukan pendakian ke semeru maupaun berwisata ke wilayah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Pagi itu kota malang sudah banyak yang lalu lalang mencari penumpang, namun di sepanjang perjalan ke pasar tumpang daerah itu masih sepi. Angin semakin menusuk pagi semakin terang. Setelah ½ jam perjalanan akhirnya sampai juga kami di pasar tumpang. Kami langsung menuju ke basecamp dan ternyata sudah banyak pendaki yang berada disana. Ada yang terlelap di emperan basecamp ada yang lalu lalang. Aku langsung meletakkan carrierku di depan basecamp.

(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((adzan))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))

 Suara adzan subuh sudah berkumandang, akhirnya kami memutuskan untuk shalat di masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari basecamp. Sesudah kami shalat, seorang bapak yang belum begitu tua menghampiri kita. “bapak ini siapa” gumamku dalam hati “mas, administrasinya sudah siap ? “ tanya bapak itu ke lois. “ohhh iyaaa.. sudah pak” jawab lois spontan. “kalau sudah barang-barangnya langsung di masukkan ke truk mas. Kita segera berangkat ke ranupani” tegas bapak itu “baik pak” jawwab kami bertiga Ohhh.. ternyata bapak itu adalah bapak supir yang akan menghantarkan kami menuju ranupani. Yaaa.. ranupani merupakan desa terakhir dimana kita akan memulai pendakian dari sana. Setelah semua barang sudah naik ke truk, aku bertemu banyak kawan-kawan baru. Mereka berasal dari berbagai macam daerah. Dari sini aku mengenal dan seketika akrab sama mereka. Aku juga sempat berkenalan dengan salah satu cewek cantik asal kotagede. Namanya susi. Dia sangat baik dan asyik. Aku juga sempat mengabadikan moment sama dia di dalam angkutan. Itu yang banyak sekali orang sebut dengan istilah “SELFIE” pasti tau dong J Nah itu aku dengan susi. Si cantik dari kotagede . aku menyebutnya demikian. Tidak lama kemudian Kami masuk ke salah satu tempat yang mana disana tertera peringatan karena pendaki tidak diperbolehkan diangkut mennggunakan truk untuk sampai ke salah satu pos dimana disana tertera peringatan

 “DILARANG !!!!! KENDARAAN TRUCK/PICK UP DIGUNAKAN UNTUK MENGANGKUT ORANG”

Gunung Bromo
 ternyata itu merupakan sebuah tempat untuk pusat informasi transportasi. Ditempat inilah kami turun dari angkutan. Aku bersama kawan-kawan baruku beristirahat sejenak sembari menunggu truck yang akan membawa kami ke desa terakhir di ranupani. Beberapa saat kemudian truck datang dan kami semua naik.
“yihaaaaaaa.. the next vacations guys” hatiku berteriak bersemangat. Saking tidak sabarnnya ketemu sama mahameru heheee.. Selama 1 ½ jam kami berada di truck. Aku terus menikmati sepanjang perjalanku. Mulai dari hutan yang rimbun.. perkebunan yang subur.. beberapa bangunan yang berada di puncak bukit. subhanallah.. indah sekali Yaa Allah.. hatiku tak henti bersyukur.. berdzikir dan memujiMU(Allah).aku salut sama bapak supir yang begitu hebat mengendalikan truck dengan jalan yang bisa dibilang rusak untuk dilewati angkutan. Suasana sejuk sepanjang jalan membuatku tertidur. Sampai pada jalan yang begitu rusak parah aku terbangun dan lagi” aku mendapatkan kejutan sebuah lukisan semesta yang begitu luar biasa. Tepat aku berada disamping jendela aku sangat terpaku saat keindahan gunung bromo yang subhanallah begitu indah. Gagahnya bromo yang dibalut dengan kabut disekelilingnya. Sang surya tak luput menghiasi sehingga bisa aku nikmati indahnya semesta.

  Ya Allah.. nikmat mana lagi yang akan aku dustakan

 begitulah hati kecilku berbicara.mata ini tidak ada hentinya menatap pemandangan yang menakjubkan. Setelah begitu banyak jalan yang cukup menantang dan sempat membuatku ngeri saat melihat bapak supir mengendarai dengan gigihnya, akhirnya sampailah kami di desa ranupani. Kami tidak langsung melakukan pendakian namun kami beristirahat sejenak di sebuah warung makan sederhana. Sembari menunggu sarapan siap, kami bercengkrama di halaman warung yang lumayan luas untuk bergurau. Banyak tawa disana.. aku sangat menyukai kebersamaan ini.

 Iya kebersamaan ini yang membuatku enggan pergi dari mereka


Basecamp Ranupani
 Saking asyiknya ngobrol kami sampai lupa dengan menu sarapan yang sudah kami pesan sebelumnya. “itu makanannya sudah siap, sarapan dulu “ tiba-tiba salah seorang teman mengajak kami sarapan bareng. Akhirnya kami sarapan bersama. Sebuah kebersamaan yang luar biasa belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Sesudah kami sarapan akhirnya kita masih harus diangkut menggunakan truck kembali menuju ke jalur pendakian dimana administrasilah yang harus terlebih dahulu di selesaikan sebelum melakukan pendakian ke gunung semeru. Setelah sampai di pos pendakian di ranupani, lois langsung mengurus administrasi. Beberapa menit berlalu semua sudah terselesaikan, kami langsung bergegas melulai perjalanan kami ke semeru. “Perjalanan di mulaiii !!!!!!!!!!!” . Siang itu perjalan itu ku mulai dari pos pendakian terakhir di ranupani. Perjalan itu ku awalai dengan doa bersama kawan-kawan pendaki dan dipimpin langsung oleh bapak super hebat yang sudah mengantarkan dengan truck tuanya yang luar biasa. kami berdoa sejenak dan langsung memulai perjalanan. Bagaimana tidak terkejut dengan pemandangan sepanjang pendakianku. Masih di wilayah ranupani, aku menemui sebuah danau kecil yang di sebut danau ranupani. Lumayan besar namun sayang air disana kurang terjaga. Terlihat sangat keruh dan tercemar.  
Bukankah kita seharunya menjaga keindahan itu ?

Aku terus melanjutkan langkahku. Kepala ini terus menunjuk dan kaki ini tetap melangkah stabil dengan beban di pundak yang lumayan membuatku berkeringat. Sepanjang perjalan itu tidak pernah lepas dari candaan, ketawa konyool dengan alunan lagu yang tidak pernah sesuai nada yang sebenarnya. Hahaaa.. inikkah cara Tuhan untuk menjadikan umatnya merasa bahagia.  

bahagia tidak tidak selau dengan hal-hal besar, hal kecil semacam ini sudah lebih dari membuatku bahagia. Lantas mengapa kamu memilih bersedih disaat bahagia menyapa ?

Gerbang Pendakian Semeru
Kira-kira 100 meter perjalan, tibalah kami di pintu gerbang gunung semeru. Tidak pernah sekalipun kami lewatkan untuk sekadar mengabadikan moment kebersamaan dengan orang-orang baru. Mereka adalah orang orang hebat yang aku kenal. Baru kenal dan seketika akrab. Tanpa memandang dari mana, siapa, kaya miskin semua mereka menganggku justru seperti saudara. Mereka ramah , baik gokil dan asyikkk. Tanpa melihat perbedaan diantara msing-masing

 Perbedaan itu indah ketika kita bisa memadukannya menjadi sebuah pelangi. Berbeda warna namun tetap indah dan sepadan.

 Emang sih yang namanya narsis dimana-mana tetap narsis hehe.. siapa sih yang mau membiarkan moment seindah ini terlewatkan. Aku sih ngga mau. Akhirnya kami melanjutakan kembali perjalan ku bersama mereka. Setapak demi setapak langkah ini melewati setiap jalur yang sangat panjang. Memang track disana tidak terlalu naik karenanmemnag ketinggian sudah di atas 2000 mdpl. Langkah ini semakin laju, selang waktu istirahat tetap adaa.. beristirahat sejenak dengan candaan yang gokil ditemani sebotol air mineral dan beberapa biskuit menjadi teman bercengkrama ku siang itu. Setelah bermeter-meter kaki ini melangkah, sampailah di shelter 1. Sudah banyak terlihat disana para pendaki yang beritirahat di tepat yang sama. Dan yang membuatkau terkejut ternyata disana ada orang yang berjualan makanan ringan. Warga yang bertempat tinggal di wilayah tengger sebagian besar mata pencahariaanya memmang berdagang di beberapa post di jalur pendakian semeru. Perjuangan mereka niih yang patut di acungi jempol berpuluh-puluh. Memang harga makanan yang dijual disana 5 kali lipat harga normal, taukan bagaimana perjuangan membawa makanan itu ke shelter. aku memutuskan untuk beristirahat sejenka disini. Duduk sambil melihat kemeriahan orang-orang yang lalu lalang. Adaa yang turun gunung adaa yang baru mulai perjalanan keatas. Ahhh.. sungguh ramai di bandingkan pasar. Ini maah pasar semeru ehheheh.. 30 menit berlalu, lelah kian menghilang lalu kami melanjutkan perjalan. Post dua terlampaui dan kami berenti tepat di depan 2 orang bapak yang terlihat sudah tua. Dengan topi lusuhnya ki kepala. Sepatu bootnya yang sellau melindungi kaki beliau melangkah untuk membawa barang dagangan ke tempat itu. Ini dia bapak yang sangat hebat. Setiap hari membawa gorengan dan buah semangka sebanyak 12 buah. Ini dia gorengan yang menjadi salah satu penggangjal perut ketikaa badan gemertaran gara-gara lapar. Ehheee..
Gorengan di Pos 2 Semeru
“berapa banyak pak biasanya semnagka yang dibawa ?” tanya lois santai “12 buah mas,, itu biasanya sekitar 6 kg per buah” jawab bapak itu dengan tawa guraunya seketika kami terkejut. Subhanallah..Sebegitu besar perjuangan bapak ini demi mencari nafkah.

  bapak,kau mengajariku tentang sebuah perjuangan dan kerja keras, tanpa menghiraukan lelah dan beban berat di pundak. Berjuang bukan sekadar berjuang. Niat tekad dan doa, Allah senantiasa memberi jalan. Terima kasih bapak porter.

 Gorengan dan sambal petismu begitu membuatku rindu saat itu. Setelah tenaga sudah kembali terisi, barulah lanjut perjalan. Naik turun dan puncak para dewa mulai terlihat. Seakan melambai-lambai memintakun untuk segera menujunya. Setiap jalan pasti bertemu pendaki lain. Mereka selau ngasih semangat saling sapa.  

ibarat semut-semut hitam, tidak akan akan melanjutkan perjalanan sebelum menegur semut yang mereka temui dii perjalanan panjangnya.

 “Semangat mas.. semangat mbak” kata-kata itulah yang sering kali aku dengar disaat lelah terkadang menghimpitku erat. Dan seketika berubah menjadi semangat dan motivasi tersendiri untuk terus berjuang. Berdoa dan terus berdoa. Lika liku yang kulewati begitu jauh. Dan terlihat dari kejauhan sebuah atap shelter 3. Semakin semangat dengan harapan cepat beristirahat. Sampailah di shelter 3 yang lumayan ramai, ada yang berteduh di bawah pohon dengan santainya rebahan di atas tanha yang berdebu. Ada juga yang duduk santai di shelter ditemani obrolan manis siang itu. Tidak peduli apapun itu di alam, dimanapuan itu tempat istirahat dan sejenak merebahkan lelah. Banyak aku bertemu orang-orang baru dan banyak sekali hal baru yang tidak pernah aku dapatkan sedikitpun di bangku kuliahku.

 Kesederhanaan itu.. tidak ada sedikitpun kulihat kesombongan..

 Hari semakin siang.. sang raja siang semakin meninggi.. dan seketika dikejutkan dengan sebuah tanjakan curam yang sering disebut dengan tanjakan bakri. Debu yang menggulung tebal.. jalan yang naik .. beban yang lumayan tersa berat tidak sedikitpun menjadikanku putus asa melewati tanjakan itu. Langkah demi langkah.. keringat terus mengalir.tidak panjang naum menjulang itnggi yang luar biasa sensasinya. Setiap sabar selalu syukur disetiap langkah kaki-kaki kecil ini. Setelah beberapa jam berjalan tanpa sadar dari kejauhan terlihat sebuah kolam renang yang jauh lebih indah dibandingkan kolam rennag di hotel” berbintang.. Bukan.. itu bukan kolam renang. Lantas apa ? itu danau .. sejenak terkejut.. terpaku dan terpukau keindahannya dari kejauhan. Dono yang sudah berjalan lebih cepat dari pada aku dan lois. Dia sudah sampai di post 4 dan kami memutuskan berenti sejenak di bawah poho rindang menikmati indahnya surga yang diberikan Allah di semeru. Dari kejauhan terlihat jelas luas bentangan danau ranukumbolo.. di hiasi warna-warni tenda di sampingnya. Hamparan pepohonan yang rindang.. angin yang semilir membawaku ke dalam damaiMU(Allah). Tidak ada yang bisa ku dustakan bahwa Allah memang Agung dengan segala kekuasaanya.

RAnukumbolo view antara pis 3 dan 4
kesakitan dalam perjuangan itu, Allah sudah persiapkan peredam sakitku dengan segala keindahan dan kebahagiaan.. tidak semua sakit itu sakit.. dan tidak semua indah itu indah..

Hari semakin sore, kami berdua langsung melanjutkan perjalanan kembali menyusul dono yang ternyata sudah duduuk manis di post 4. “ayooookk don, langsung ke rakum” ajaku ke dono “ayookk” jawab dono langsung bergegas. Kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke ranukumbolo. Menyusuri sabana dan tepian danau ranukumbbolo yang begitu jernih air didalamnya. Suasana yang tenang. Angin sepoi-sepoi. Terlihat dari kajuhan beberapa orang yang lalu lalang mengambil air menggunalan botol aqua ada juga yang sedang sibuk memmbersihkan peralatan makan disamping danau. Warna warni tenda yang begitu meriah semakin membuatku ingin berlari dan cepat sampai di antara mereka.

 Sabar dan jangan terburu-buru.. kamu akan berada disana..bukankah kesabaran akan berbuah manis ? 

  Iyaa.. tak perlu terburu-buru karena sedikit langkah kaki ini akan sampai di sana. Aku tetap menikmati langkahku di antara terian dan tumpukan akar pohon yang menjulang ke permukaan tanah. Dan sampailahkita di ranukumbolo, subhanallah indah sekali tempat ini Yaa Allah. Sampai di ranukumbolo sudah maghrib dan waktunya shalat. Kita letakkan semua barang lanjuta bergegas mengambil air wudhu di tepian danau. Dingin air ranukumbolo yang begitu menusuk membuatku emnggigil.
Danau Ranukumbolo
Namun itu tidak menjadi alasan. Kami akhirnya shalat maghrib berjamaah dengan beralaskan matras di hamparan tepat berada di tepian danau ranukumbolo. Seuasai shalat, tenda langsung didiirikan dan sesegera mungkin mungkin memasukkan barang” ke dalam tenda. Langit semakin gelap dan itu pertanda malam telah mnejelang. Semilir angin yang sangat menusuk membuat kami tidak bisa berlama-lama berada diluar. Dono mengambil nesting dan segera memasak air. Tidak lama secangkir kopi hangat menghampiri dan alhamdulillah lebih menghangatkan daripada sebelumnya. Obrolan santai dan tawa selalu terlesil diantara kami. Lapar mulai datang, aku memutuskan untuk memasak untuk sekadar mengganjal perut yang kosong. Ini dia santapan malam itu, suasana dingin cocok banget buat menikmati hidangan yang satu ini. Kami langsung menyantap dengan lahapnya. Mungkin efek lapar banget kali yaa hehhe.
Menu makan malam di ranukumbolo
Seusai kami makan, kami akhirnya memutuskan untuk tidur karena besok pagi masih harus melanjutak perjalanan selanjutanya tepatnya ke kalimati. Keesokannya tenda di bongkar dan segera packing seusai kami sarapan. Setelah semua selesai barulah kami melanjutakan perjananan. Kita mulai menapaki langkah demi langkah pijakan kaki. Kami dihadapkan pada sebuah tanjakan yang mnejulang tinggi. Banyak orang mnyebutnya tanjakan cinta. Mitosnya sih kalo naik tanjakan cinta tidak boleh menoleh kebelakang. Entah nanti membuiat pasangan pergi atau apa lah. Banyak yang mengartikan masing”. Aku tidak banyak memikirkan hal itu, kakiku tmasih saja terus membawaku melangkah kedepan. Kepala ini terus tertunduk dan kaki terus melangkah melawan berat terjalnya tanjakan cinta.

  Di Hadapanmu..Tidak ada yang pantas disombongkan..

 “ beristirahat dulu yaa.. lumayan juga ini tracknya” celetukku sembari meletakkan carrier “iya neng” jawab lois santai Ditempat itu aku melihat betapa indahnya ranukumbolo dari ketinggian bukit cinta. Terbentang luas dengan rindangnya pepohonan di sekelilingnya. Akhirnya kami melanjutkan perjalan menuju ke oro-oro ombo. Oro-oro ini sangat luas dengan ribuan tanaman bunga verbena yang mulai mengering. Aku langsung mengambil balon tiupku yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Satu persatu aku tiup dan aku ikat dengan selehai benang warna hijau diujungnya.2 balon pink dan 1 balon kuning.. sudah aku ikat. Aku terbangkan dengan ku julurkan benang pada genggamanku.

 Angin .. biarkan dia terbang kemanapaun kau ingin membawanya..namun biarkan balon cantiku kembali karena dia tetap dalam genggaman erat tanganku..

 aku masih terus menggenggam erat balonku disepanjang terjalnya sabana oro-oro ombo. Aku biarkan dia terbang dalam genggamanku. Aku tak menghiraukan angin yang membawanya kesana-kemari.
Menuju oro-oro ombo
Aku terus saja berjalan menyusuri hamparan tumbuhan verbena yang teramat banyak. Sebagian memang sudah layu bahkan kering namun ada juga yang masih ungu dan cantik. Sampailah kita di cemoro kandang. Entah mengapa kebanyakan orang menyebutnya demikian. Tempat ini terasa sangat sejuk dengan banyaknya pohon cemara disana. Aku bertemu kembali seorang wanita tua ditemani 2 orang laki-laki. Dengan pakaian dan sepatu yang kas mereka kenakan. Ternyata mereka berjualan di tempat ini. Sama seperti bapak yang juga berjualan di post 2 kemaren. Aku memutuskan untuk beristirahat sejenak. Menikmati semilir angin serta alunan alam diantaranya. Kami bertiga kembali menikmati gorengan terenak yang dijual orang orang-orang hebat di semeru. Setelah merasa tenaga telah terisi penuh, diri ini serasa kembali membawaku lebih bersemangat untuk melangkah. Kali ini track perjalananku lebih terjal dan naik tiada turun. Ini membuatku harus memrikan beban carrierku ke lois. Akhirnya dua buah carrier depan belakang sudah di panggulnya sama lois. Aku ngga tega ngeliatnya karena kita sama-sama capek. Tapi apa boleh, aku tidak mungkin memaksakan tubuhku dengan kondisi seperti ini terus membawa bebanku di pundak.  

.buat tubuh ini sempat layu .. nafas ini sempat tersendat.. kaki ini semakin berat untuk ku pijak.. oh Tuhan.. kuatkan..

Tiada henti aku berdoa.. aku meminta agar tetap dikuatkan dalam langkah. Sampai akhirnya sampai di sebuah tempat yang lumayan luas untuk sekadar beristirahat dan meredamkan lelah. Disana kami berbaring sambil menikmati udara sejuk yang semakin menusuk di sela-sela baju. Mengenal alam dan sejenak menyatu dengannya membuatku lebih bersyukur dan mempelajari arti kehidupan yang sebenarnya.
istirahat di pos antara cemoro kandang dan jambangan
Dalam peluknya aku tenang.. dalam bisikannya aku kembali mengenang .. seruanmu “ALAM”

kami kembali berjalan. Aku tidak memberatkan lois dengan bebanku. Lelahku telah meredam dan aku kembali membawa beban beratku sampai di kalimati. ditengah perjalanan menuju kalimati aku sampai di pos jabangan. yaaa.. dari sini terlihat jelas puncak mahameru.moment itupun enggak ku lewatkan. ini niihh ditemani harumnya bunga edelweiss. lanjuta lagii.. berjalan menuju kalimati. sesampainya dikalimati kami bertemu kembali dengan rombongan awal. Tenda kami dirikan tepat disebelah tendanya. Dingin sangat menusuk membuatku hendak bergegas masuk ke dalam tenda dan mengambil selimut kesayanganku untuk menghangatkan. Dono dan lois pergi ke sumber mani dimana tempat itu merupakan sumber air. Hampir semua pendaki mengambil air disana. Setengah jam berlalu akhirnya mereka berdua kembali ke tenda. Menghangatkan tubuh sejenak dengan secangkir kopi hangat malam itu. Kami tidur lebih awal. Karena pendakian ke puncak akan dilakukan malam itu juga. Tepat pukul 22.00 lois membangunkanku “neng, bangun. Kita muncak “ suara lois memecahkan tidur nyenyakku. “ oh iya bang” jawabku dan langsung bangun dari tidur. Aku langsung mengambil 3 buah jaket dan aku langsung menekainya secara bersamaan. Setelah semuanya sudah siap, akhirnya kami keluar tenda. Ternyata diluar sudah ada kawan pendaki lain yang juga menungu kami untuk melakukan summit attack bareng. Malam itu pukul 22:30 summit attack kami mulai dari kalimati. Seruan alam dan angin yang begitu ricuh mengiringi kami saat salah seorang kawan memimpin doa sebelum pendakian. Seketika hening, dan perjalanan kami mulai.

 Lampu redup itu,, Cahaya sederhana itu.. Tidak henti menuntun langkahku menujuMU..

  Langkah demi langkah. Medanya lebiha berat dari sebelumnya. Jalannan yang tiada henti menanjak dengan tanah berdebu. Setiap kali melangkah, tiada henti aku tersandar di pohon. “nyari pencokan, wis koyok tekek” celetuk ucup mengejek karena melihat aku selalu bersandar setiap kali melihat pohon. “hehee.. iyaa lah. Santai ajaa ini jalannya yang penting continue hehe” jawabklu sambil ketawa. Kami terus berjalan tapi memang banyak berhentinya. Treck mahameru mulai kupijaki. Sorot lampu yang sangat indah terlihat 45 derajat di jalur mahameru.  

Diri ini tepat berada di lereng puncak mahameru .. mata ini terjutu satu pada puncakmu yang gagah dan menjualng sangat tinggi..Bissmillahirohmanirrohiiim.. Allah kuatkan aku..

 Perlahan kaki ini mulai melangkah. Medannya kali ini berbeda dengan track dari ranupani sampai ke kalimati. Kali ini yang aku temukan adalah tumpukan pasir dan bebatuan yang terus menerus. Satu langkah aku pijakan, 2 langkah kembali merosot kebawah begitu seterusnya. Banyak sekali pendaki yang lalu lalang dengan cahaya senter yang setia mununjukan jalan. Semakin ke atas dingin semakin menusuk. Bahkan jaket tebalku seakan tidak aku kenakan saat itu. Acap kali aku melihat keatas, sejenak aku berhenti sama lois. Kebetulan dono sudah jalan duluan dengan kawan yang lain. Aku berhenti sejenak di sebuah batu besar, sejenak beristirahat. Namun, dingin ini semakin membuatku menggigil. Semakin sedikit badan ini bergerak, secara lluasa dingin menerobos ke seluruh badan. “ayook neng, keburu dingin nanti” ajak lois “ ayook bang :” Akhirnya kami mulai lagi memijakkan hal yang sama. Begitu banyak tumpukan pasir dan baru membuat langkahku semakin pelan. Setiap 10 meter langkah ini berjalan, tidak melewatkan untuk berhenti disetiap sisi jalur pendakian. Begitu seterusnya. Malam semakin malam, jam menunjukan pukul 2 pagi dan puncak masih jauh. Aku bertemu dengan dizi. Salah satu kawanku dari jepara. Orang yang sangat gokil disepanjang perjalana ke mahameru. Dia memnggigil dengan sarungnya yang menjadi andalannya. “ayoookkk bang.. semangat.. puncak bentar lagi “ aku mencoba menyemangati dia yang duduk kedinginan sendirian. “ santai ajaa ini.. masih jam 2 kok. Hhe” jawabnya seraya ngleucu. Haha.. adaa-adaa saja ini orang. Bintang masih terus bersinar dengan indahnya. Lampu sentaer yang semakin banyak dari arah bawah begitupun naik. Sudah seperti lampu led ajaa ini mahameru.. hehehe..

  semut” kecil dengan lampu warna-warninya menghiasi gunung mahameru malam itu.Jalan ke puncak masih panjang.. lampu semakin redup .. malam kian pekat.. dingin semakin melekat..heiiii angin.. mengapa kau biarkan aku terjerat?

Kali ini benar-benar hampir kehabisan tenaga. Aku meminta lois agar beristirahat cukup lama. Tapi dingin terus menjeratku hingga kata pun sulit aku lontarkan melalui mulutku. Badan ini terus menggigil tiada henti. Ini seperti istana di kerajaan Mahameru. Semua orang berlomba-lomba mencapai kemegahan disana. Semua usaha terus di keluarkan. Tiada sesal tiada kata menyerah. Aku salut dengan mereka semua. Tiba-tiba aku terkejut dengan munculnya lukisan semesta yang sangat indah. Raja siang terbangun dari tidur nya. Dia terlihat malu-malu.

 Inikah yang mereka sebut dengan samudera diatas awan ?Keindahan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Inikah kuasaMU tuhan. Segala keagunganMU .. segala keindahanMU .. engkau lukiskan di negeri yang sangat indah ini. 

 
Sunrise Puncak Mahameru
Semangat itu kembali mengalir dalam benakku. Serasa ingin cepat berada di puncaknya para dewa lants menikmati keidahan sunrise diatas puncak mahameru. Aku langsung mengajak lois melanjutkan perjalan. Tapi ternyata setelah beberapa meter aku berjalan, tiba-tiba kaki ini terasa sangat berat. Badan ini terasa snagta lemas. Fikiranku mulai beraduk diatara melanjutkan ke puncak atau tidak. “ naik .. Enggak Naik Enggak Naik Enggak Naik” Dan aku tetap naik.. namun aku tetap tidak kuat. Mata ini hampir berlinang. Diri ini seakan ingin berhenti. Benar-benar tidak kuat “lois, kamu duluan aja kepuncak. Nanti aku nyusul” pintaku ke lois “ enggak mau. Sebentar lagi sampai kok neng. Itu puncaknya sudah kelihatan” jawab lois terus menyakinkanku. Aku nurut dan aku lanjut lagi jalaan. Hari semakin terang dan langkah menjadi sangat berat. Entah mengapa bisa seperti ini.  

Tuhan.. aku tidak sanggup lagi..

  Kali ini kami bertemu dengan 2 orang pendaki yang turun. Mereka sudah sampai sejak jam 7 pagi. “puncak masih jauh mas ? “ tanyaku padanya “deket lagi kok.. paling 1 ½ jam lagi” Duuuuuuuuuuaaarrrr... pecah sudah harapanku.1 ½ jam dengan medan demikian terjalnya. Semangtku kembali memudar. Kali ini aku benar-benar putus asa. Aku ingin teriak.. aku ingin kembali ke tenda .. aku ingin turun segera. lagi-lagi aku meminta lois untuk lebih dulu ke puncak. “kamu muncak duluan aj. Aku tunggu disini “ kali ini aku benar terpojokan dengan pilihan antara kembali turun atau tetap melanjutakan beberapa meter lagi ke puncak. “ sebentar lagi sampai neng.masa udah sampai sini mau turun lagi. Kan sayang.. ayoook.. pasti kuat ko” aku tidak menghiraukan perkataan lois. Aku memalingkan badan dari hadapan lois. Satu butir air mata ini menetes. Aku begitu lemah Tuhan.. aku tidak ada apa-apnya di hadapnMU. Aku bagaikan debu yang selalu terombang ambing di antara angin.

 Tuhan.. mampukah aku ? sedangkan kaki ini begitu berat.. tubuh ini sungguh ingin aku rebahkan sampai disini saja. Tuhan..aku menyerah ..

 Hati kecilku terus berbisik.. mata ini masih menahan beberapa butir lagi air mata yang siap terjatuh. Aku mencoba menahannya hingga beberapa menit. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk tetap melanjutakan perjuangan ku ke puncak Mahameru. Tidak ada sesuatu yang sia-sia dengan usaha dan doa yang kuat.. Aku memilih menyendiri setelah berada di puncak mahameru. Begitu besar kuasa-Nya. Diujung terlihat seorang lelaki yang sedang adzan. Hatiku benar-benar tersentuh. Lihat lelaki yang berada ditengah, dia menyerukan nama-Mu (Allah)


Pundak Guhung Mahameru


Subhanallah.. disaat orang-orang memilih asik dengan segala ekspresi di depan kamera, lelaki itu mengumandangkan adzan memuji dan memuja segala kebesaranMu..

  aku masih mendengarkan kumandang adzan itu hingga selesai. Manusia terlihat begitu kecil diantara kebesaran-NYA.Setelah selesai, aku langsung memutuskan untuk kembali berkumpul bersama rombonganku. Menikmati keindahan alam dari atas puncak tertinggi di mahameru. Awan panas yang tiada henti keluar dari mulut kawah mahameru yang sangat hebat.
puncak semeru

Suara gemuruh dikawahmu, oh mahameru.. inikah kekuatanmu.. alam..



puncak semeru bersama sahabat
Tidak lama kami berada di puncak karena angin kencang dan terik matahari kian meninggi membuat kami menyegerakan untuk turun. Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah di kalimati. Aku beserta rombongan beristirahat sejenak lalu kembali turun ke ranukumbolo. Menjelang adzan maghrib kami mulai perjalanan menuju ke ranukumbolo. Malam semakin pekat dan bintang-bintang mulai bermunculan. Milky way nampak di saat kami sampai di oro-oro ombo. Pukul 20.00 kami sampai di ranukumbolo. Dingin malam itu sangat menusuk hingga membuat badan ini terasa menggigil, aku beserta 2 kawanku bergegas mendirikan tenda. Dan beristirahat. Pagi harinya, ranukumbolo kian sepi. Beberapa pendaki mulai packing untuk kembali turun. Ada pula beberapa pendaki yang akan naik. Disaat para pendaki yang lain sibuk membereskan perlengkapan, kami justru mempersiapkan menu sarapan. Yaaa.. ini dia menu sarapan istimewa di ranukumbolo. Ada tumis jagung, puding apel, sup buah, pancake, kentang. Santaaaaaaaaaaaapppp.. serasa berpesta :D. Seusai kita sarapan, packing mulai kami lakukan dan kembali turun. Perjalanan turun kami mulai, namun kami turun melalui jalur ayak-ayar. Saking penasarannya sama jalur ayak-ayak. Memang jalur disana lebih dekat daripada jalur yang biasa dilalui saat berangkat. Sabana luas ku lewati. Disana kami bertemu 3 orang porter yang biasa mengantarkan para pendaki. Ternyata mereka tidak berjalan kaki, melainkan membawa sepeda motor menuju puncak ayak-ayak. “Pantas saja 2 jam sampai ckckc”gumamku.. Tidak sampai 1 jam, kami sampai di puncak ayak-ayak. Hal konyol juga sempat kami lakukan disana. Ngeeeeeng .. ngeeeengg.. yookk aku boncengin ke mahameru. Hahha.. enak sekali para porter. Naik turun dengan sepeda motornya. Enggak kebayang deh gimana rasanya naik turun gunung ayak-ayak dengan motor. Mungkin untuk naik berani, tapi turunnya itu loh yang membuat jantung dag dig dug. Untungnya kami enggak ada yang ngojek sampai ranupani. kami langsung melanjutkan perjalanan, tanah yang berdebu tebal menjadi teman kami sore itu. kami bertiga lari turun . langkah cepat,.. bahkan larii.. semakin pelah langkah kita, justru membuat kaki semakin capek. saat kami berhenti, banyak porter yang turun dengan motor balapnya :D hebat dehh.. turun curam begini,. padahal hari udah menjelang senja. saat kami masih asik dengan debu,Tiba-tiba kami dikejutkan dengan keindahan yang luar biasa. “Sunset bang sunset..!!!!” teriakku pada kawan-kawanku. sejenak menukmati jingga di ufuk barat. ahhh.. inilah bonus disetiap lelahku :D Tidak beberapa lama, kami langsung melanjutkan perjalanan keranupani. Sesampainya disana, ternyata sudah banyak pendaki yang berada disana. Berlalu-lalang mencari angkutan menuju pasar tumpang. Mobil sudah siap untuk diberangkatkan, kami langsung naik dan melanjutkan perjalanan ke pasar tumpang.

  Malam itu.. lelapku bersama semilir angin .. kawan-kawan hebat.. dan suasana gaduh saling berbagi cerita.. namun, perpisahan? Bukankah setiap pertemuan pasti ada perpisahan

  Itu yang aku rasakan. Setelah bertemu dengan banyak kawan dari berbagai daerah, bermacam-macam karakter. Tapi aku bersyukur, perjalanan itu membuatku mengerti arti kebersamaan, menghargai sesama dan lebih dekat dengan Allah.
  

pertemuan itu yang akan membuatku rindu,,,Terima kasih Mahameru, kau ajarkan aku banyak hal.. kebersamaan,kekeluargaan,pelajaran hidup yang tidak pernah aku dapatkan di bangku kuliah.. makasih udah mau nyempetin mampir disini:D



Baca juga : 
- Pendakian Gunung Mahameru 23-27 Agustus 2014
- Panorama embung Batara Sriten Gunungkidul  
- Gunung Prau, Wonosobo 24 April 2014
- Gunung Merbabu 7 April 2014

 - Gunung Merapi Jawa Tengah
First