| Gunung Bromo |
(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((adzan))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))
Suara adzan subuh sudah berkumandang, akhirnya kami memutuskan untuk shalat di masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari basecamp. Sesudah kami shalat, seorang bapak yang belum begitu tua menghampiri kita. “bapak ini siapa” gumamku dalam hati “mas, administrasinya sudah siap ? “ tanya bapak itu ke lois. “ohhh iyaaa.. sudah pak” jawab lois spontan. “kalau sudah barang-barangnya langsung di masukkan ke truk mas. Kita segera berangkat ke ranupani” tegas bapak itu “baik pak” jawwab kami bertiga Ohhh.. ternyata bapak itu adalah bapak supir yang akan menghantarkan kami menuju ranupani. Yaaa.. ranupani merupakan desa terakhir dimana kita akan memulai pendakian dari sana. Setelah semua barang sudah naik ke truk, aku bertemu banyak kawan-kawan baru. Mereka berasal dari berbagai macam daerah. Dari sini aku mengenal dan seketika akrab sama mereka. Aku juga sempat berkenalan dengan salah satu cewek cantik asal kotagede. Namanya susi. Dia sangat baik dan asyik. Aku juga sempat mengabadikan moment sama dia di dalam angkutan. Itu yang banyak sekali orang sebut dengan istilah “SELFIE” pasti tau dong J Nah itu aku dengan susi. Si cantik dari kotagede . aku menyebutnya demikian. Tidak lama kemudian Kami masuk ke salah satu tempat yang mana disana tertera peringatan karena pendaki tidak diperbolehkan diangkut mennggunakan truk untuk sampai ke salah satu pos dimana disana tertera peringatan
“DILARANG !!!!! KENDARAAN TRUCK/PICK UP DIGUNAKAN UNTUK MENGANGKUT ORANG”
| Gunung Bromo |
“yihaaaaaaa.. the next vacations guys” hatiku berteriak bersemangat. Saking tidak sabarnnya ketemu sama mahameru heheee.. Selama 1 ½ jam kami berada di truck. Aku terus menikmati sepanjang perjalanku. Mulai dari hutan yang rimbun.. perkebunan yang subur.. beberapa bangunan yang berada di puncak bukit. subhanallah.. indah sekali Yaa Allah.. hatiku tak henti bersyukur.. berdzikir dan memujiMU(Allah).aku salut sama bapak supir yang begitu hebat mengendalikan truck dengan jalan yang bisa dibilang rusak untuk dilewati angkutan. Suasana sejuk sepanjang jalan membuatku tertidur. Sampai pada jalan yang begitu rusak parah aku terbangun dan lagi” aku mendapatkan kejutan sebuah lukisan semesta yang begitu luar biasa. Tepat aku berada disamping jendela aku sangat terpaku saat keindahan gunung bromo yang subhanallah begitu indah. Gagahnya bromo yang dibalut dengan kabut disekelilingnya. Sang surya tak luput menghiasi sehingga bisa aku nikmati indahnya semesta.
Ya Allah.. nikmat mana lagi yang akan aku dustakan
begitulah hati kecilku berbicara.mata ini tidak ada hentinya menatap pemandangan yang menakjubkan. Setelah begitu banyak jalan yang cukup menantang dan sempat membuatku ngeri saat melihat bapak supir mengendarai dengan gigihnya, akhirnya sampailah kami di desa ranupani. Kami tidak langsung melakukan pendakian namun kami beristirahat sejenak di sebuah warung makan sederhana. Sembari menunggu sarapan siap, kami bercengkrama di halaman warung yang lumayan luas untuk bergurau. Banyak tawa disana.. aku sangat menyukai kebersamaan ini.
Iya kebersamaan ini yang membuatku enggan pergi dari mereka
| Basecamp Ranupani |
Bukankah kita seharunya menjaga keindahan itu ?
Aku terus melanjutkan langkahku. Kepala ini terus menunjuk dan kaki ini tetap melangkah stabil dengan beban di pundak yang lumayan membuatku berkeringat. Sepanjang perjalan itu tidak pernah lepas dari candaan, ketawa konyool dengan alunan lagu yang tidak pernah sesuai nada yang sebenarnya. Hahaaa.. inikkah cara Tuhan untuk menjadikan umatnya merasa bahagia.
bahagia tidak tidak selau dengan hal-hal besar, hal kecil semacam ini sudah lebih dari membuatku bahagia. Lantas mengapa kamu memilih bersedih disaat bahagia menyapa ?
| Gerbang Pendakian Semeru |
Perbedaan itu indah ketika kita bisa memadukannya menjadi sebuah pelangi. Berbeda warna namun tetap indah dan sepadan.
Emang sih yang namanya narsis dimana-mana tetap narsis hehe.. siapa sih yang mau membiarkan moment seindah ini terlewatkan. Aku sih ngga mau. Akhirnya kami melanjutakan kembali perjalan ku bersama mereka. Setapak demi setapak langkah ini melewati setiap jalur yang sangat panjang. Memang track disana tidak terlalu naik karenanmemnag ketinggian sudah di atas 2000 mdpl. Langkah ini semakin laju, selang waktu istirahat tetap adaa.. beristirahat sejenak dengan candaan yang gokil ditemani sebotol air mineral dan beberapa biskuit menjadi teman bercengkrama ku siang itu. Setelah bermeter-meter kaki ini melangkah, sampailah di shelter 1. Sudah banyak terlihat disana para pendaki yang beritirahat di tepat yang sama. Dan yang membuatkau terkejut ternyata disana ada orang yang berjualan makanan ringan. Warga yang bertempat tinggal di wilayah tengger sebagian besar mata pencahariaanya memmang berdagang di beberapa post di jalur pendakian semeru. Perjuangan mereka niih yang patut di acungi jempol berpuluh-puluh. Memang harga makanan yang dijual disana 5 kali lipat harga normal, taukan bagaimana perjuangan membawa makanan itu ke shelter. aku memutuskan untuk beristirahat sejenka disini. Duduk sambil melihat kemeriahan orang-orang yang lalu lalang. Adaa yang turun gunung adaa yang baru mulai perjalanan keatas. Ahhh.. sungguh ramai di bandingkan pasar. Ini maah pasar semeru ehheheh.. 30 menit berlalu, lelah kian menghilang lalu kami melanjutkan perjalan. Post dua terlampaui dan kami berenti tepat di depan 2 orang bapak yang terlihat sudah tua. Dengan topi lusuhnya ki kepala. Sepatu bootnya yang sellau melindungi kaki beliau melangkah untuk membawa barang dagangan ke tempat itu. Ini dia bapak yang sangat hebat. Setiap hari membawa gorengan dan buah semangka sebanyak 12 buah. Ini dia gorengan yang menjadi salah satu penggangjal perut ketikaa badan gemertaran gara-gara lapar. Ehheee..
| Gorengan di Pos 2 Semeru |
bapak,kau mengajariku tentang sebuah perjuangan dan kerja keras, tanpa menghiraukan lelah dan beban berat di pundak. Berjuang bukan sekadar berjuang. Niat tekad dan doa, Allah senantiasa memberi jalan. Terima kasih bapak porter.
Gorengan dan sambal petismu begitu membuatku rindu saat itu. Setelah tenaga sudah kembali terisi, barulah lanjut perjalan. Naik turun dan puncak para dewa mulai terlihat. Seakan melambai-lambai memintakun untuk segera menujunya. Setiap jalan pasti bertemu pendaki lain. Mereka selau ngasih semangat saling sapa.
ibarat semut-semut hitam, tidak akan akan melanjutkan perjalanan sebelum menegur semut yang mereka temui dii perjalanan panjangnya.
“Semangat mas.. semangat mbak” kata-kata itulah yang sering kali aku dengar disaat lelah terkadang menghimpitku erat. Dan seketika berubah menjadi semangat dan motivasi tersendiri untuk terus berjuang. Berdoa dan terus berdoa. Lika liku yang kulewati begitu jauh. Dan terlihat dari kejauhan sebuah atap shelter 3. Semakin semangat dengan harapan cepat beristirahat. Sampailah di shelter 3 yang lumayan ramai, ada yang berteduh di bawah pohon dengan santainya rebahan di atas tanha yang berdebu. Ada juga yang duduk santai di shelter ditemani obrolan manis siang itu. Tidak peduli apapun itu di alam, dimanapuan itu tempat istirahat dan sejenak merebahkan lelah. Banyak aku bertemu orang-orang baru dan banyak sekali hal baru yang tidak pernah aku dapatkan sedikitpun di bangku kuliahku.
Kesederhanaan itu.. tidak ada sedikitpun kulihat kesombongan..
Hari semakin siang.. sang raja siang semakin meninggi.. dan seketika dikejutkan dengan sebuah tanjakan curam yang sering disebut dengan tanjakan bakri. Debu yang menggulung tebal.. jalan yang naik .. beban yang lumayan tersa berat tidak sedikitpun menjadikanku putus asa melewati tanjakan itu. Langkah demi langkah.. keringat terus mengalir.tidak panjang naum menjulang itnggi yang luar biasa sensasinya. Setiap sabar selalu syukur disetiap langkah kaki-kaki kecil ini. Setelah beberapa jam berjalan tanpa sadar dari kejauhan terlihat sebuah kolam renang yang jauh lebih indah dibandingkan kolam rennag di hotel” berbintang.. Bukan.. itu bukan kolam renang. Lantas apa ? itu danau .. sejenak terkejut.. terpaku dan terpukau keindahannya dari kejauhan. Dono yang sudah berjalan lebih cepat dari pada aku dan lois. Dia sudah sampai di post 4 dan kami memutuskan berenti sejenak di bawah poho rindang menikmati indahnya surga yang diberikan Allah di semeru. Dari kejauhan terlihat jelas luas bentangan danau ranukumbolo.. di hiasi warna-warni tenda di sampingnya. Hamparan pepohonan yang rindang.. angin yang semilir membawaku ke dalam damaiMU(Allah). Tidak ada yang bisa ku dustakan bahwa Allah memang Agung dengan segala kekuasaanya.
| RAnukumbolo view antara pis 3 dan 4 |
Hari semakin sore, kami berdua langsung melanjutkan perjalanan kembali menyusul dono yang ternyata sudah duduuk manis di post 4. “ayooookk don, langsung ke rakum” ajaku ke dono “ayookk” jawab dono langsung bergegas. Kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke ranukumbolo. Menyusuri sabana dan tepian danau ranukumbbolo yang begitu jernih air didalamnya. Suasana yang tenang. Angin sepoi-sepoi. Terlihat dari kajuhan beberapa orang yang lalu lalang mengambil air menggunalan botol aqua ada juga yang sedang sibuk memmbersihkan peralatan makan disamping danau. Warna warni tenda yang begitu meriah semakin membuatku ingin berlari dan cepat sampai di antara mereka.
Sabar dan jangan terburu-buru.. kamu akan berada disana..bukankah kesabaran akan berbuah manis ?
Iyaa.. tak perlu terburu-buru karena sedikit langkah kaki ini akan sampai di sana. Aku tetap menikmati langkahku di antara terian dan tumpukan akar pohon yang menjulang ke permukaan tanah. Dan sampailahkita di ranukumbolo, subhanallah indah sekali tempat ini Yaa Allah. Sampai di ranukumbolo sudah maghrib dan waktunya shalat. Kita letakkan semua barang lanjuta bergegas mengambil air wudhu di tepian danau. Dingin air ranukumbolo yang begitu menusuk membuatku emnggigil.
| Danau Ranukumbolo |
| Menu makan malam di ranukumbolo |
Di Hadapanmu..Tidak ada yang pantas disombongkan..
“ beristirahat dulu yaa.. lumayan juga ini tracknya” celetukku sembari meletakkan carrier “iya neng” jawab lois santai Ditempat itu aku melihat betapa indahnya ranukumbolo dari ketinggian bukit cinta. Terbentang luas dengan rindangnya pepohonan di sekelilingnya. Akhirnya kami melanjutkan perjalan menuju ke oro-oro ombo. Oro-oro ini sangat luas dengan ribuan tanaman bunga verbena yang mulai mengering. Aku langsung mengambil balon tiupku yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Satu persatu aku tiup dan aku ikat dengan selehai benang warna hijau diujungnya.2 balon pink dan 1 balon kuning.. sudah aku ikat. Aku terbangkan dengan ku julurkan benang pada genggamanku.
Angin .. biarkan dia terbang kemanapaun kau ingin membawanya..namun biarkan balon cantiku kembali karena dia tetap dalam genggaman erat tanganku..
aku masih terus menggenggam erat balonku disepanjang terjalnya sabana oro-oro ombo. Aku biarkan dia terbang dalam genggamanku. Aku tak menghiraukan angin yang membawanya kesana-kemari.
| Menuju oro-oro ombo |
.buat tubuh ini sempat layu .. nafas ini sempat tersendat.. kaki ini semakin berat untuk ku pijak.. oh Tuhan.. kuatkan..
Tiada henti aku berdoa.. aku meminta agar tetap dikuatkan dalam langkah. Sampai akhirnya sampai di sebuah tempat yang lumayan luas untuk sekadar beristirahat dan meredamkan lelah. Disana kami berbaring sambil menikmati udara sejuk yang semakin menusuk di sela-sela baju. Mengenal alam dan sejenak menyatu dengannya membuatku lebih bersyukur dan mempelajari arti kehidupan yang sebenarnya.
| istirahat di pos antara cemoro kandang dan jambangan |
kami kembali berjalan. Aku tidak memberatkan lois dengan bebanku. Lelahku telah meredam dan aku kembali membawa beban beratku sampai di kalimati. ditengah perjalanan menuju kalimati aku sampai di pos jabangan. yaaa.. dari sini terlihat jelas puncak mahameru.moment itupun enggak ku lewatkan. ini niihh ditemani harumnya bunga edelweiss. lanjuta lagii.. berjalan menuju kalimati. sesampainya dikalimati kami bertemu kembali dengan rombongan awal. Tenda kami dirikan tepat disebelah tendanya. Dingin sangat menusuk membuatku hendak bergegas masuk ke dalam tenda dan mengambil selimut kesayanganku untuk menghangatkan. Dono dan lois pergi ke sumber mani dimana tempat itu merupakan sumber air. Hampir semua pendaki mengambil air disana. Setengah jam berlalu akhirnya mereka berdua kembali ke tenda. Menghangatkan tubuh sejenak dengan secangkir kopi hangat malam itu. Kami tidur lebih awal. Karena pendakian ke puncak akan dilakukan malam itu juga. Tepat pukul 22.00 lois membangunkanku “neng, bangun. Kita muncak “ suara lois memecahkan tidur nyenyakku. “ oh iya bang” jawabku dan langsung bangun dari tidur. Aku langsung mengambil 3 buah jaket dan aku langsung menekainya secara bersamaan. Setelah semuanya sudah siap, akhirnya kami keluar tenda. Ternyata diluar sudah ada kawan pendaki lain yang juga menungu kami untuk melakukan summit attack bareng. Malam itu pukul 22:30 summit attack kami mulai dari kalimati. Seruan alam dan angin yang begitu ricuh mengiringi kami saat salah seorang kawan memimpin doa sebelum pendakian. Seketika hening, dan perjalanan kami mulai.
Lampu redup itu,, Cahaya sederhana itu.. Tidak henti menuntun langkahku menujuMU..
Langkah demi langkah. Medanya lebiha berat dari sebelumnya. Jalannan yang tiada henti menanjak dengan tanah berdebu. Setiap kali melangkah, tiada henti aku tersandar di pohon. “nyari pencokan, wis koyok tekek” celetuk ucup mengejek karena melihat aku selalu bersandar setiap kali melihat pohon. “hehee.. iyaa lah. Santai ajaa ini jalannya yang penting continue hehe” jawabklu sambil ketawa. Kami terus berjalan tapi memang banyak berhentinya. Treck mahameru mulai kupijaki. Sorot lampu yang sangat indah terlihat 45 derajat di jalur mahameru.
Diri ini tepat berada di lereng puncak mahameru .. mata ini terjutu satu pada puncakmu yang gagah dan menjualng sangat tinggi..Bissmillahirohmanirrohiiim.. Allah kuatkan aku..
Perlahan kaki ini mulai melangkah. Medannya kali ini berbeda dengan track dari ranupani sampai ke kalimati. Kali ini yang aku temukan adalah tumpukan pasir dan bebatuan yang terus menerus. Satu langkah aku pijakan, 2 langkah kembali merosot kebawah begitu seterusnya. Banyak sekali pendaki yang lalu lalang dengan cahaya senter yang setia mununjukan jalan. Semakin ke atas dingin semakin menusuk. Bahkan jaket tebalku seakan tidak aku kenakan saat itu. Acap kali aku melihat keatas, sejenak aku berhenti sama lois. Kebetulan dono sudah jalan duluan dengan kawan yang lain. Aku berhenti sejenak di sebuah batu besar, sejenak beristirahat. Namun, dingin ini semakin membuatku menggigil. Semakin sedikit badan ini bergerak, secara lluasa dingin menerobos ke seluruh badan. “ayook neng, keburu dingin nanti” ajak lois “ ayook bang :” Akhirnya kami mulai lagi memijakkan hal yang sama. Begitu banyak tumpukan pasir dan baru membuat langkahku semakin pelan. Setiap 10 meter langkah ini berjalan, tidak melewatkan untuk berhenti disetiap sisi jalur pendakian. Begitu seterusnya. Malam semakin malam, jam menunjukan pukul 2 pagi dan puncak masih jauh. Aku bertemu dengan dizi. Salah satu kawanku dari jepara. Orang yang sangat gokil disepanjang perjalana ke mahameru. Dia memnggigil dengan sarungnya yang menjadi andalannya. “ayoookkk bang.. semangat.. puncak bentar lagi “ aku mencoba menyemangati dia yang duduk kedinginan sendirian. “ santai ajaa ini.. masih jam 2 kok. Hhe” jawabnya seraya ngleucu. Haha.. adaa-adaa saja ini orang. Bintang masih terus bersinar dengan indahnya. Lampu sentaer yang semakin banyak dari arah bawah begitupun naik. Sudah seperti lampu led ajaa ini mahameru.. hehehe..
semut” kecil dengan lampu warna-warninya menghiasi gunung mahameru malam itu.Jalan ke puncak masih panjang.. lampu semakin redup .. malam kian pekat.. dingin semakin melekat..heiiii angin.. mengapa kau biarkan aku terjerat?
Kali ini benar-benar hampir kehabisan tenaga. Aku meminta lois agar beristirahat cukup lama. Tapi dingin terus menjeratku hingga kata pun sulit aku lontarkan melalui mulutku. Badan ini terus menggigil tiada henti. Ini seperti istana di kerajaan Mahameru. Semua orang berlomba-lomba mencapai kemegahan disana. Semua usaha terus di keluarkan. Tiada sesal tiada kata menyerah. Aku salut dengan mereka semua. Tiba-tiba aku terkejut dengan munculnya lukisan semesta yang sangat indah. Raja siang terbangun dari tidur nya. Dia terlihat malu-malu.
Inikah yang mereka sebut dengan samudera diatas awan ?Keindahan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Inikah kuasaMU tuhan. Segala keagunganMU .. segala keindahanMU .. engkau lukiskan di negeri yang sangat indah ini.
![]() |
| Sunrise Puncak Mahameru |
Tuhan.. aku tidak sanggup lagi..
Kali ini kami bertemu dengan 2 orang pendaki yang turun. Mereka sudah sampai sejak jam 7 pagi. “puncak masih jauh mas ? “ tanyaku padanya “deket lagi kok.. paling 1 ½ jam lagi” Duuuuuuuuuuaaarrrr... pecah sudah harapanku.1 ½ jam dengan medan demikian terjalnya. Semangtku kembali memudar. Kali ini aku benar-benar putus asa. Aku ingin teriak.. aku ingin kembali ke tenda .. aku ingin turun segera. lagi-lagi aku meminta lois untuk lebih dulu ke puncak. “kamu muncak duluan aj. Aku tunggu disini “ kali ini aku benar terpojokan dengan pilihan antara kembali turun atau tetap melanjutakan beberapa meter lagi ke puncak. “ sebentar lagi sampai neng.masa udah sampai sini mau turun lagi. Kan sayang.. ayoook.. pasti kuat ko” aku tidak menghiraukan perkataan lois. Aku memalingkan badan dari hadapan lois. Satu butir air mata ini menetes. Aku begitu lemah Tuhan.. aku tidak ada apa-apnya di hadapnMU. Aku bagaikan debu yang selalu terombang ambing di antara angin.
Tuhan.. mampukah aku ? sedangkan kaki ini begitu berat.. tubuh ini sungguh ingin aku rebahkan sampai disini saja. Tuhan..aku menyerah ..
Hati kecilku terus berbisik.. mata ini masih menahan beberapa butir lagi air mata yang siap terjatuh. Aku mencoba menahannya hingga beberapa menit. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk tetap melanjutakan perjuangan ku ke puncak Mahameru. Tidak ada sesuatu yang sia-sia dengan usaha dan doa yang kuat.. Aku memilih menyendiri setelah berada di puncak mahameru. Begitu besar kuasa-Nya. Diujung terlihat seorang lelaki yang sedang adzan. Hatiku benar-benar tersentuh. Lihat lelaki yang berada ditengah, dia menyerukan nama-Mu (Allah)
| Pundak Guhung Mahameru |
aku masih mendengarkan kumandang adzan itu hingga selesai. Manusia terlihat begitu kecil diantara kebesaran-NYA.Setelah selesai, aku langsung memutuskan untuk kembali berkumpul bersama rombonganku. Menikmati keindahan alam dari atas puncak tertinggi di mahameru. Awan panas yang tiada henti keluar dari mulut kawah mahameru yang sangat hebat.
| puncak semeru |
Suara gemuruh dikawahmu, oh mahameru.. inikah kekuatanmu.. alam..
| puncak semeru bersama sahabat |
Malam itu.. lelapku bersama semilir angin .. kawan-kawan hebat.. dan suasana gaduh saling berbagi cerita.. namun, perpisahan? Bukankah setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Itu yang aku rasakan. Setelah bertemu dengan banyak kawan dari berbagai daerah, bermacam-macam karakter. Tapi aku bersyukur, perjalanan itu membuatku mengerti arti kebersamaan, menghargai sesama dan lebih dekat dengan Allah.
pertemuan itu yang akan membuatku rindu,,,Terima kasih Mahameru, kau ajarkan aku banyak hal.. kebersamaan,kekeluargaan,pelajaran hidup yang tidak pernah aku dapatkan di bangku kuliah.. makasih udah mau nyempetin mampir disini:D
Baca juga :
- Pendakian Gunung Mahameru 23-27 Agustus 2014
- Panorama embung Batara Sriten Gunungkidul
- Gunung Prau, Wonosobo 24 April 2014
- Gunung Merbabu 7 April 2014
- Gunung Merapi Jawa Tengah

EmoticonEmoticon